Sahabat Pulang Fasilitasi 5.079 Orang
Selain inovasi di sektor pendidikan dan ketahanan pangan, Khofifah juga memaparkan program Sahabat Pulang yang berfokus pada fasilitasi pemulangan masyarakat terlantar ke daerah asal.
Program tersebut telah memfasilitasi pemulangan sebanyak 5.079 orang sejak 2024 hingga 2026.
Sementara itu, sekitar 200 orang masih berada di unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Sosial Jawa Timur karena keberadaan keluarga maupun daerah asal mereka belum terkonfirmasi.
Pelaksanaan Sahabat Pulang didukung 120 pekerja sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Jatim Social Care (JSC). Jaringan tersebut berperan dalam mendukung pendataan, penelusuran keluarga, hingga koordinasi proses pemulangan.
Khofifah menegaskan bahwa penguatan koordinasi dan regulasi lintas daerah menjadi faktor penting dalam memastikan pelayanan sosial berjalan secara terintegrasi, efektif, dan akuntabel.
Melalui pemanfaatan jejaring pekerja sosial, TKSK, dan JSC, proses penanganan masyarakat terlantar diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal.
Pemaparan kedua inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim dalam memperkuat kualitas pelayanan publik. SIKAP diarahkan untuk membangun ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, sedangkan Sahabat Pulang menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Kedua program tersebut mencerminkan pendekatan inovasi daerah yang tidak hanya berorientasi pada tata kelola pemerintahan, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ivan)