SURABAYA, PustakaJC.co - Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunandi, menegaskan komitmen pemerintah untuk menyukseskan program rumah subsidi bagi buruh dan wartawan. Mulai dari kesiapan lahan, detail teknis, hingga pengawasan pembangunan, semua disiapkan agar hunian layak dan tepat sasaran. Rabu, (14/5/2025).
Tahap awal program dimulai dengan pembangunan 100 unit rumah subsidi di Gresik sebagai proyek percontohan yang mengacu pada tata ruang berkelanjutan dan asas kemanfaatan sosial.
Terkait teknis pembangunan, Dinas menerapkan kriteria ketat sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kelayakan bangunan mencakup struktur, air bersih, sanitasi, dan pencahayaan. Pengawasan dilakukan berlapis, mulai dari konsultan pengawas, tim dinas, hingga audit berkala.
Untuk program renovasi 500 rumah tunawisma di Malang dan Pasuruan, Dinas menggandeng pengembang swasta seperti Lippo Group dan Ciputra Group berdasarkan instruksi pusat.
“Koordinasi kami kawal sejak awal. Ini amanah dari pusat. Dinas menjadi jembatan antara pengembang dan penerima manfaat,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunandi, saat diwawancara jurnalis PustakaJC.co melalui sambungan telephone.
Masih terkait pembangunan 2000 rumah subsidi, tantangan utamanya menurut Nyoman, adalah menyatukan visi antara kepentingan sosial pemerintah dan orientasi bisnis pihak swasta. Namun, ia optimistis pendekatan berbasis CSR dan insentif fiskal akan mempercepat realisasi.
“Program ini tidak berhenti di Gresik. Target kami 20.000 unit rumah subsidi untuk Jawa Timur,” kata Nyoman.
Strategi pengembangan jangka panjang akan didukung aplikasi terintegrasi untuk memetakan kebutuhan, pengajuan, hingga pelaporan progres secara real time.
“Kita pakai sistem yang menghubungkan masyarakat dan pemerintah daerah. Transparan dan akuntabel,” ujar Nyoman.
Di akhir pernyataannya, Nyoman menegaskan komitmennya untuk merealisasikan pembangunan rumah subsidi di Jawa Timur sebanyak 20.000 unit, dengan prioritas kepada buruh, wartawan, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kami fokus untuk memastikan pembangunan rumah subsidi ini terealisasi secara nyata dan tepat sasaran. Rumah layak adalah hak semua warga, dan kami berkomitmen agar program ini memberikan manfaat jangka panjang bagi yang membutuhkan,” pungkas eks Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi ini. (ivan)