SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya peran Bank Jatim dalam mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia. Hal ini disampaikan saat pengumuman resmi susunan direksi dan komisaris baru Bank Jatim dalam RUPS, Kamis, (22/52025).
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi mengumumkan jajaran direksi dan komisaris terbarunya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (23/5/2025).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pembaruan struktur ini merupakan bagian dari langkah strategis menjadikan Bank Jatim sebagai aktor utama pembangunan ekonomi daerah.
“Bank Jatim bukan hanya lembaga keuangan, melainkan motor penggerak menuju Jatim Gerbang Baru Nusantara, yang menghubungkan Jawa Timur dengan pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia,” ujar Khofifah.
Struktur Baru Direksi Bank Jatim:
•Direktur Utama: Winardi Legowo
•Wakil Direktur Utama: Arief Wicaksono
•Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah: Tonny Prasetyo
•Direktur Kepatuhan: Umi Rodiyah
•Direktur Keuangan, Treasury & Global Service: Wahyukusumo Wisnubroto
•Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan: Arif Suhirman
•Direktur IT Digital & Operasional: Wiweko Probojakti
•Direktur Manajemen Risiko: Wioga Adhiarma Aji
Dewan Komisaris dan Pengawas Syariah:
•Komisaris Utama Independen: Adi Sulistyowati
•Komisaris: Adhy Karyono
•Komisaris Independen: Muhammad Mas’ud, Dadang Setiabudi, Asri Agung Putra, Nurul Ghufron
•Ketua Dewan Pengawas Syariah: KH Afifuddin Muhajir
•Anggota: Prof. Muhammad Nasih dan Ir. Tahmid Mashudi
Khofifah menjelaskan, penambahan posisi Wakil Direktur Utama merupakan bagian dari konsolidasi Kelompok Usaha Bank (KUB) dan upaya internalisasi kekuatan antar-BPR di seluruh Jawa Timur.
“Kami berharap struktur baru ini mendorong penguatan ekonomi riil, pembiayaan pelabuhan, konektivitas transportasi, dan kawasan industri unggulan,” kata Gubernur Jatim.
Kinerja Bank Jatim 2024:
•Laba Bersih: Rp1,281 Triliun
•Total Aset: Rp118,142 Triliun (tumbuh 13,76%)
•Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp90,016 Triliun
•Kredit yang Disalurkan (KYD): Rp75,353 Triliun
Khofifah menyebut angka-angka tersebut sebagai bukti fundamental kuat Bank Jatim yang turut memperkuat posisi Jatim sebagai “Center of Gravity” ekonomi nasional.
“Bank Jatim adalah katalisator utama investasi dan pembangunan. Kita ingin mendorong pertumbuhan inklusif, merata, dan tangguh,” ujar ketua muslimat NU itu.
Ia juga menyoroti program GASPOL UMKM (Gerakan Solusi Permodalan) sebagai wujud keberpihakan Bank Jatim pada sektor usaha kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama Winardi Legowo mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
“Kami komitmen untuk memperbaiki dan melanjutkan apa yang telah dirintis demi kemajuan Bank Jatim dan Provinsi Jawa Timur,” kata Direktur Utama Winardi Legowo.
Dengan formasi baru dan arah kebijakan yang semakin strategis, Bank Jatim diharapkan mampu bertransformasi menjadi institusi keuangan daerah yang tangguh secara finansial, adaptif secara digital, serta hadir aktif di tengah masyarakat.(ivan)