Disetujui Prabowo, Khofifah Tancap Gas Proyek KRL Gubeng–Sidoarjo

parlemen | 05 Juli 2025 08:46

Disetujui Prabowo, Khofifah Tancap Gas Proyek KRL Gubeng–Sidoarjo
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA, PustakaJC.co – Proyek Kereta Rel Listrik (KRL) Gubeng–Sidoarjo dan jalur ganda Sepanjang–Wonokromo dipastikan dipercepat pelaksanaannya. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengumumkan percepatan ini setelah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

 

“Kepastian ini kami sampaikan setelah mendapatkan jawaban dari Kemenhub bahwa permohonan kami disetujui untuk segera direalisasikan,” kata Khofifah di Surabaya, dikutip dari repubika.co.id, Sabtu,( 5/7/2025).

Proyek tahap pertama Surabaya Regional Railways Line (SRRL) fokus pada rute Gubeng–Sidoarjo sepanjang 27 km. Saat ini tengah dirampungkan proses administratif, termasuk pengadaan dan alokasi anggaran tahun 2026.

“Kami baru ditembusi surat dari Menteri Perhubungan kepada Menteri Keuangan agar segera memproses penandatanganan perjanjian pinjaman dan pengalokasian anggaran SRRL Fase I pada TA 2026,” jelas Khofifah.

Sementara jalur ganda Sepanjang–Wonokromo juga dipastikan mulai dibangun karena desain teknisnya telah tersedia di Kemenhub. Jalur ini krusial untuk mengurangi kepadatan lalu lintas kereta di lintas selatan Jawa.

Khofifah menyebut proyek ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, termasuk transformasi ekonomi hijau, infrastruktur berkelanjutan, dan penguatan perkotaan. Ia optimistis SRRL memperkuat konektivitas Surabaya dengan kota-kota penyangga seperti Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan.

SRRL ini akan membangun sistem transportasi terintegrasi dan berkelanjutan. Manfaat langsungnya diperkirakan dirasakan oleh sekitar 10 juta warga,” ujar Gubernur Jatim ini.

Proyek ini juga masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diharapkan mendukung peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menyebut konstruksi fisik SRRL dimulai pada 2027, mencakup elektrifikasi jalur Gubeng–Sidoarjo, peningkatan akses dan fasilitas stasiun, pembangunan Depo Sidotopo, flyover di titik rawan kemacetan, serta sistem persinyalan dan telekomunikasi baru.

“Kami fokus pada integrasi, keselamatan, dan kemudahan akses. DJKA terus berkolaborasi dengan Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, serta masyarakat agar proyek berjalan tepat waktu dan memberi manfaat sosial-ekonomi,” ujar Allan.

Dengan dukungan pusat dan daerah, proyek ini menjadi tonggak penting modernisasi transportasi massal di Jawa Timur menuju mobilitas yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan terjangkau. (ivan)