BOJONEGORO, PustakaJC.co – Puncak Hari Koperasi ke-78 Provinsi Jawa Timur berlangsung meriah di Stadion Letjen H. Soedirman, Kamis, (17/7/2025). Acara ini dibuka dengan Tari Api Kayangan Merah Putih oleh 2.025 penari, yang sukses mencetak rekor MURI dan menjadi simbol semangat gotong royong dalam gerakan koperasi.
Hadir dalam acara ini Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, serta para tokoh koperasi. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (20/7/2025).
Dalam pidatonya, Budi Arie menegaskan pentingnya gerakan Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut koperasi sebagai “alat perjuangan kita semua” dan berharap program pengaktifan 80.000 koperasi desa dan kelurahan bisa rampung akhir 2025.
“Koperasi adalah semangat dan cita-cita negara ini didirikan. Harapannya, kebutuhan pokok seperti pupuk, beras, dan LPG bisa disalurkan lewat koperasi desa,” ujarnya.
Gubernur Khofifah menambahkan bahwa Jawa Timur menjadi provinsi tercepat dalam penerbitan badan hukum koperasi. Ia juga menyebut acara ini sebagai momentum penguatan koperasi desa dan kelurahan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada insan koperasi. Semoga ini menjadi referensi penguatan koperasi desa Merah Putih di seluruh Jatim,” ucap Khofifah, yang mendapat apresiasi sebagai “Ibu Gerakan Koperasi” dari Ketua Dekopinwil Jatim, Slamet Sutanto.
Sementara itu, Bupati Setyo Wahono menyebut bahwa seluruh 419 desa di Bojonegoro telah memiliki koperasi Merah Putih. Ia menegaskan komitmen pendampingan dari Pemkab Bojonegoro untuk memperkuat koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Potensi pertanian, UMKM, hingga ekonomi kreatif di Bojonegoro sangat besar. Ini bisa dimaksimalkan melalui koperasi,” jelasnya.
Tak hanya seremoni, acara ini juga membawa pesan transformasi. Slamet Sutanto menegaskan perlunya SDM unggul di bidang teknologi, inovasi, dan adaptasi digital, demi masa depan koperasi yang relevan dan berdaya saing.
Hari Koperasi ke-78 di Bojonegoro bukan sekadar perayaan, tapi awal penguatan koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat. Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, koperasi desa Merah Putih kini menjadi harapan baru menuju Indonesia sejahtera dan mandiri. (ivan)