SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa stok dan suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Jember dalam kondisi aman dan terkendali. Langkah ini dilakukan menyusul kendala distribusi akibat kemacetan di Ketapang dan penutupan Jalur Gumitir yang merupakan penghubung utama antara Jember dan Banyuwangi.
Dalam pertemuan bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Aji Anom Purwasakti di Kantor Gubernur Jatim, (30/7/2025), Khofifah menegaskan bahwa BBM kini disuplai dari berbagai wilayah sebagai bentuk percepatan distribusi. Dilansir dari telusur.co.id, Kamis, (31/7/2025).
“Setelah sebelumnya dipasok dari Tanjung Wangi Banyuwangi, kini suplai juga datang dari Surabaya dan Malang. Hari ini juga ditambah dari Semarang, Maos, Rewulu, dan Boyolali,” jelas Khofifah.
Distribusi BBM ke 40 SPBU di Jember, yang sebelumnya rata-rata 982 KL per hari, kini ditingkatkan hingga 1.300 KL. Penambahan ini didukung dengan penambahan armada mobil tangki dari 86 menjadi 93 unit.
“Pertamina sudah menjamin ketersediaan stok maupun suplai dari terminal BBM lain. Masyarakat tidak perlu panic buying,” tegas Khofifah.
Aji Anom menambahkan bahwa seluruh upaya mitigasi sudah dijalankan termasuk alih suplai dan penambahan armada.
“Untuk percepatan distribusi, kami tambah tujuh mobil tangki: dua dari Semarang, satu dari Maos, tiga dari Rewulu, dan satu dari Boyolali,” ujarnya.
Menurut Aji, Pertamina juga sudah mengantisipasi kondisi darurat sejak ada informasi potensi longsor dan kemacetan di kawasan Ketapang dan Gumitir.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pertamina memastikan distribusi BBM ke Jember terus berjalan optimal. Langkah cepat dan terukur ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga pelayanan energi bagi masyarakat. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi tetap lancar dan adil. (ivan)