Khofifah dan Pangdam V Janji Kawal Proses Pembebasan Pendemo di Surabaya

parlemen | 31 Agustus 2025 07:46

Khofifah dan Pangdam V Janji Kawal Proses Pembebasan Pendemo di Surabaya
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya Rudy Saladin menemui massa aksi di depan Grahadi, janji bahas pembebasan pendemo di Polrestabes Surabaya. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin turun langsung menemui ribuan massa aksi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu, (30/8/2025) malam. Kehadiran mereka membawa harapan baru bagi para pendemo yang menuntut pembebasan rekan-rekan mereka yang masih ditahan di Polrestabes Surabaya.

Dari total 43 orang yang diamankan, dua di antaranya telah dilepaskan, sementara 41 lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Situasi sempat memanas, namun mulai mereda setelah Gubernur Khofifah memberikan penjelasan langsung di hadapan massa. Dilansir dari jawapos.com, Minggu, (31/8/2025).

“Kemarin yang sempat dirawat di rumah sakit saya monitor semuanya. Yang di Soetomo sampai jam setengah 7 sudah selesai semua. Jadi bukan tidak bertanggung jawab. Ini yang Tabes jam 2 juga sudah ada yang dilepaskan, saya monitor. Nah sekarang proses yang 43, 2 sudah dilepaskan. Sekarang proses pemeriksaan sedang berjalan. Jadi sudah diminta keterangan, sudah selesai jadi mereka akan pulang,” ujar Khofifah disambut tepuk tangan massa.

Khofifah menegaskan bahwa dirinya bersama Pangdam V Brawijaya akan langsung mendatangi Polrestabes Surabaya malam ini untuk mengawal proses pembebasan. “Setelah ini saya dan Pak Pangdam akan ke Polrestabes. Satu-satu dulu, begitu ya,” tambahnya.

Senada dengan itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan pihaknya siap menjadi jembatan komunikasi antara massa dan kepolisian.

“Kami akan sampaikan langsung ke Polrestabes soal tuntutan ini,” ujarnya.

Kehadiran Gubernur Khofifah dan Pangdam Rudy Saladin memberi sinyal positif bahwa aspirasi massa akan diperhatikan. Komitmen keduanya menjadi harapan baru bagi penyelesaian aksi dengan damai dan terhormat. (ivan)