GRESIK, PustakaJC.co – Ratusan warga menyerbu Pasar Murah yang digelar Pemprov Jawa Timur di Halaman Masjid Raya Siti Hajar Al Madinah, Kota Baru Driyorejo, Gresik, Kamis, (4/9/2025).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pasar murah merupakan bagian dari program pengendalian inflasi dan ketahanan pangan. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (5/9/2025).
“Pasar Murah ini kami hadirkan agar masyarakat lebih tenang. Stok aman, harga terjangkau, dan distribusi lancar,” ujar Khofifah.
Dalam gelaran ini, disediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Beras premium dijual Rp14.000/kg (HET Rp14.900) dengan stok 500 kg, beras medium Rp11.000/kg (HET Rp12.500) dengan stok 10 ton, gula Rp14.000/kg (HET Rp17.500), minyakita Rp13.000/liter (HET Rp15.700), telur Rp22.000/kg (HET Rp30.000), bawang merah Rp28.000/kg (HET Rp41.500), bawang putih Rp24.000/kg (HET Rp38.000), hingga tepung terigu Rp10.000/kg.
Tak hanya bahan pokok, pasar murah juga melibatkan pelaku IKM lokal untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus menggerakkan ekonomi warga.
Warga pun antusias. Rosyidah (48), salah satu pengunjung, mengaku sangat terbantu. “Harganya jauh lebih murah. Semoga sering diadakan, mungkin tiga bulan sekali,” harapnya.
Khofifah menegaskan, Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional tidak hanya menjaga suplai ke daerah lain, tapi juga melindungi warganya.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tapi kepastian masyarakat bawah bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga wajar,” tegasnya. (ivan)