1.346 Siswa SMA Taruna se-Jatim Jalani Pembaretan, Khofifah Tekankan Disiplin dan Integritas

parlemen | 17 Oktober 2025 05:02

1.346 Siswa SMA Taruna se-Jatim Jalani Pembaretan, Khofifah Tekankan Disiplin dan Integritas
Prosesi penuh khidmat dan sakral ribuan siswa SMA Negeri Taruna se Jatim ikuti Pembaretan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co – Sebanyak 1.346 siswa SMA Negeri Taruna se-Jawa Timur resmi menjalani prosesi Upacara Pembaretan di Dermaga Madura, Koarmada II TNI AL Surabaya, Kamis, (16/10/2025).

Upacara khidmat dan sakral ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

 

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa pendidikan ketarunaan tidak hanya mengedepankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan disiplin, integritas, dan tanggung jawab moral. Dilansir darj bhirawaonline.co.id, Jumat, (17/10/2025).

 

“Baret yang kalian kenakan bukan sekadar atribut seremonial, tetapi simbol kehormatan, komitmen moral, dan tanggung jawab sebagai calon pemimpin bangsa,” tegas Khofifah.

 

 

 

 

Sebelum pembaretan, seluruh taruna-taruni menjalani masa basis selama tiga bulan. Mereka ditempa melalui pelatihan PBB, Bela Negara, Wawasan Kebangsaan, hingga disiplin kehidupan asrama. Selama masa ini, taruna hidup di bawah sistem boarding school dengan pembatasan komunikasi agar fokus membentuk karakter dan solidaritas.

 

“Dari proses inilah lahir generasi tangguh, berkarakter, dan berintegritas. Pendidikan ketarunaan adalah wadah pembentukan moral, religiusitas, dan tanggung jawab sosial,” ujar Khofifah.

 

Gubernur perempuan pertama Jatim itu juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi era disrupsi teknologi dan AI, sekaligus menjaga iman, takwa, dan akhlak mulia.

 

“Bangun nalar kritis, kembangkan kreativitas, jadilah inovatif dan kolaboratif. Itulah bekal utama menuju Indonesia Emas 2045,” pesannya.

 

 

 

Upacara ini diikuti enam sekolah: SMAN Taruna NALA, SMAN 3 Taruna Angkasa, SMAN 2 Taruna Bhayangkara, SMAN 5 Taruna Brawijaya, SMAN Taruna Madani, dan SMAN 2 Taruna Pamong Praja, disaksikan lebih dari 3.500 orang tua.

 

Khofifah juga mengapresiasi kolaborasi lintas instansi — TNI, Polri, IPDN, Dinas Pendidikan Jatim, hingga Pondok Pesantren Dalwa Pasuruan — yang membangun ekosistem pendidikan ketarunaan di provinsi ini.

 

“Kerja keras Bapak-Ibu semua adalah amal jariyah yang pahalanya tak akan terputus,” ujarnya.

 

Sebagai bentuk penghargaan, Khofifah menyerahkan Lencana Jer Basuki Mawa Beya Kategori Perak kepada lima kepala sekolah SMAN Taruna, serta piagam prestasi bagi 12 Taruna-Taruni terbaik dari masing-masing sekolah.

 

 

 

Selain itu, Gerakan Sekolah Bermural dan Berkarakter (GSBB) turut mendapat apresiasi: Juara I SMAN Taruna Bhayangkara, Juara II SMAN Taruna Angkasa, dan Juara III SMAN Taruna Madani.

 

Program GSBB dinilai berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang mencerminkan karakter dan kepemimpinan taruna.

 

Menutup sambutannya, Khofifah mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pembaretan sebagai awal perjalanan pengabdian menuju Indonesia Emas 2045.

 

“Mari kita wujudkan SDM unggul dan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara melalui semangat Jatim BISA – Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif,” pungkas Gubernur Jatim itu. (ivan)