Khofifah Tinjau Pelaksanaan TKA Serentak untuk 390 Ribu Pelajar Jatim

parlemen | 03 November 2025 19:35

Khofifah Tinjau Pelaksanaan TKA Serentak untuk 390 Ribu Pelajar Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan TKA di SMA Negeri 6 Surabaya. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Sebanyak 390.186 siswa SMA/SMK sederajat di Jawa Timur hari ini mulai mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) secara serentak. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan hari pertama di SMA Negeri 6 Surabaya, Senin, (3/11/2025).

 

 

“Hari ini anak-anak jenjang SMA/SMK/MA melaksanakan TKA. Hasilnya nanti bisa menjadi dasar untuk masuk perguruan tinggi, maka faktor teknis seperti listrik dan jaringan internet sangat penting,” ujar Khofifah, dikutip dari jawapos.com, Senin, (1/11/2025).

 

TKA tahun ini diikuti oleh 171.502 siswa SMA, 218.401 siswa SMK, 283 siswa SLB, serta 16.326 peserta Paket C dari 4.323 satuan pendidikan di seluruh Jawa Timur. Ujian ini diatur dalam Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 sebagai alat ukur capaian akademik siswa sekaligus referensi seleksi akademik PTN jalur prestasi.

 

 

Pelaksanaan TKA 2025 terbagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama pada 3–4 November untuk mata pelajaran wajib dan pilihan, gelombang kedua pada 5–6 November, dan gelombang ketiga pada 8–9 November bagi peserta jalur pendidikan nonformal seperti Paket C.

 

Khofifah menekankan pentingnya kesiapan teknis dan mental peserta didik. Ia mengingatkan agar sekolah memastikan ketersediaan listrik, jaringan internet, dan perangkat komputer tetap stabil selama ujian berlangsung.

 

“Jangan sampai di tengah pelaksanaan TKA, listrik atau internet bermasalah. Itu bisa memengaruhi konsentrasi anak-anak,” tegasnya.

 

 

Sebagai langkah antisipatif, Gubernur Khofifah telah meminta Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk menyiapkan genset cadangan dan koneksi internet alternatif di seluruh sekolah pelaksana TKA.

 

“Ini bentuk kesiapsiagaan kita agar ujian berjalan lancar. Saya minta provider dan sekolah berkoordinasi sejak awal,” pungkas Khofifah. (ivan)