Gubernur Khofifah Lepas Enam Truk Produk Ekspor IKM Desa Devisa Senilai Rp5,8 Miliar

parlemen | 28 November 2025 06:31

Gubernur Khofifah Lepas Enam Truk Produk Ekspor IKM Desa Devisa Senilai Rp5,8 Miliar
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas enam truk produk ekspor Industri Kecil Menengah (IKM) Desa Devisa Jawa Timur. (dok detak)

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas enam truk berisi produk ekspor Industri Kecil Menengah (IKM) Desa Devisa dengan nilai total USD351,6 ribu atau setara Rp5,8 miliar. Pelepasan dilakukan dalam Festival Ekspor Jawa Timur 2025 di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Rabu, (26/11/2025).

 

Produk pertama yang diberangkatkan adalah jahe gajah senilai USD53.200 tujuan Bangladesh. Produk kedua, keripik singkong senilai USD14.661 tujuan Korea Selatan. Dilansir dari detak.co, Jumat, (28/11/2025).

 

Selanjutnya dikirim mie kering ke Belanda dengan nilai ekspor USD6.686,40, lalu kerupuk senilai USD200.000 tujuan India. Berikutnya, sepatu senilai USD37.060 dikirim ke Korea Selatan, dan terakhir pakan ternak senilai USD40.000 tujuan Australia.

 

“Alhamdulillah hari ini kita melepas enam truk produk ekspor desa devisa ke enam negara. Semoga ini menjadi pelecut bagi kita semua untuk terus meningkatkan produk IKM Desa Devisa,” ujar Khofifah.

 

 

 

Ia menambahkan, akhir tahun 2025 menjadi “kado” bagi Jawa Timur dengan diluncurkannya 72 Desa Devisa baru, sehingga hingga November 2025 total terdapat 293 Desa Devisa di Jatim. Khofifah juga menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atas pendampingannya.

 

Pada kesempatan itu, Khofifah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi peningkatan daya saing ekspor Jawa Timur.

 

“Untuk Desa Devisa kali ini, kontainernya dibantu oleh Pelindo III. Penguatan demi penguatan bagi eksportir pemula membutuhkan support dari kita semua. Terima kasih atas sinerginya,” ujarnya.

 

 

Festival Ekspor Jawa Timur 2025 merupakan sinergi Pemprov Jatim, PT Pelindo Regional III, dan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim untuk memperkuat ekosistem ekspor melalui pengembangan Desa Devisa.

 

Khofifah menegaskan Pemprov Jatim terus menggelar misi dagang ke berbagai provinsi, khususnya Indonesia Timur, guna membuka akses pasar bagi produk unggulan Desa Devisa.

 

“Hilirisasi rempah itu luar biasa. Mereka cukup advance, aksesnya harus dibantu. Kita mengajak untuk maju bersama merajut nusantara supaya semakin produktif ke depannya,” jelasnya.

 

 

 

Selain pelepasan ekspor, Gubernur Khofifah juga menyaksikan penandatanganan hasil business matching antara empat UKM ekspor Jawa Timur dengan Atase Perdagangan Malaysia. Nilai kerja sama tersebut antara lain:

 

Sang Bamboo – Cemara Ayu SDN BHD (Kerajinan Topi & Anyaman Pandan) senilai Rp3,9 triliun

Dona Doni – Cemara Ayu SDN BHD (Keranjang Handuk) senilai Rp44 juta

CV Temon Agro – Orient Biotech BHD (Gula Aren) senilai Rp198 juta

PT Grow Artha Rimpang – Nad Masroni (Minuman Seduhan Herbal) senilai Rp77,7 juta

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Iwan, mengatakan Festival Ekspor 2025 digelar untuk memperkuat neraca perdagangan luar negeri sekaligus mengapresiasi pelaku ekspor.

 

 

 

“Ada 40 stand eksportir dan IKM serta stand layanan pelaku usaha ekspor. Kami juga melaksanakan business matching antara 10 pelaku usaha dengan buyer dari Malaysia. Penandatanganan LoI oleh empat pelaku usaha Jatim mencapai total USD239,52 juta atau Rp3,95 triliun,” jelas Iwan.

 

Dalam rangkaian acara, Gubernur Khofifah juga meresmikan 72 Desa Devisa baru dan menyerahkan penghargaan kepada UKM pendukung ekspor. Untuk kategori pemerintah, Kota Kediri dan Kabupaten Malang dinobatkan sebagai pemenang.

 

Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, dan Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Patmosukarso. (ivan)