Khofifah mencontohkan sejumlah masjid yang sudah menjalankan konsep dakwah bil mal, seperti:
• Masjid di Bojonegoro yang mengembangkan budidaya pisang dan menjual pelepahnya sebagai pakan jangkrik.
• Masjid di Blitar yang menampilkan desain ala Masjid Nabawi lengkap dengan karpet dan parfum khasnya.
Ia sekaligus menyampaikan lima peluang ekonomi bagi DMI se-Jatim, meliputi:
1. Pengembangan sapi perah dengan dukungan anggaran Kementan Rp2,4 triliun.
2. Industri indukan ayam petelur.
3. Pembukaan 70 hektare lahan tebu.
4. Pengembangan ikan lele untuk pasar ekspor.
5. Peluang kontrak suplai bahan makanan jamaah haji ke Arab Saudi.
KH Anang Rikza Masyhadi menambahkan bahwa masjid harus menjadi destinasi yang memberi manfaat jasmani dan rohani bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan Masjid Award 2025 juga mencakup penandatanganan kerja sama antara DMI Jatim dan sejumlah institusi, seperti Kanwil BPN Jatim untuk penguatan wakaf masjid, ITS, dan Unisda Lamongan. Acara ditutup dengan tahlil dan doa bersama untuk korban banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh, serta penyerahan Tunjangan Kehormatan Imam Masjid (TKIM) oleh Gubernur Khofifah. (ivan)