Pemprov Jatim Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di Innovative Government Award 2025

parlemen | 11 Desember 2025 06:20

Pemprov Jatim Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di Innovative Government Award 2025
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima penghargaan pada ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025 di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi nasional. Pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Pemprov Jatim sukses meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus:

 

1. Provinsi Terinovatif di Indonesia, dan

2. Provinsi dengan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tertinggi se-Regional Jawa.

 

Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu,(11/12/2025).

 

 

 

Khofifah mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. 

 

“IGA 2025, Pemprov Jatim melaporkan 679 inovasi, dan 211 di antaranya sudah terkirim resmi ke Kemendagri,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa budaya inovasi di Jawa Timur sudah mengakar kuat. Seluruh inovasi juga telah divalidasi oleh Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin, sehingga pengakuannya bersifat eksternal dan objektif.

 

 

Dua inovasi dipresentasikan sebagai unggulan Pemprov Jatim tahun ini:

 

1. Trans Jatim Ajaib 2.0 – Aplikasi informasi bus dari Dinas Perhubungan Jatim.

Aplikasi ini menghadirkan fitur pembelian tiket, informasi rute, hingga fitur baru Tradisi Trans Jatim Ekspedisi, layanan pengiriman barang hingga 7 kg dengan pelacakan paket, pengecekan tarif, informasi drop point, dan etalase digital untuk UMKM.

 

2. Kopi Perikanan – Layanan konsultasi dan pendampingan perizinan nelayan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim.

Layanan ini mengusung pendekatan jemput bola humanis, petugas turun langsung ke tengah nelayan sambil berdiskusi santai.

 

“Pendekatan yang proaktif dan humanis membuat nelayan lebih nyaman dan terbantu. Proses perizinan menjadi cepat, mudah, dan tidak menakutkan,” kata Khofifah.

 

 

Ia berharap budaya inovasi tidak pernah padam dan seluruh perangkat daerah menjaga semangat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

 

Tahun 2025 mencatat total 36.742 inovasi daerah dari seluruh Indonesia, melampaui capaian tahun 2024 yang berjumlah 31.319 inovasi—menjadikannya rekor tertinggi sejak IGA digelar tahun 2018.

 

Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa inovasi menjadi solusi penting di tengah pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD).

 

“Inovasi diharapkan mendukung efisiensi anggaran, optimalisasi program, serta melahirkan potensi pendapatan baru,” tegasnya. (ivan)