NGANJUK, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Nganjuk akan menjadi ruang pembelajaran nilai keadilan, keberanian, dan kemanusiaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan ziarah dan peletakan batu pertama pembangunan rumah singgah dan museum Marsinah, Sabtu, (27/12/2025).
Menurut Khofifah, pembangunan rumah Marsinah tidak hanya dimaknai sebagai pendirian fisik sebuah bangunan, tetapi sebagai upaya menghadirkan ruang edukasi sejarah yang merekam dan mewariskan nilai perjuangan Marsinah lintas generasi. Dilansir dari jatimpos.co, Senin, (29/12/2025).
“Yang kita bangun bukan hanya gedung, tetapi ruang nilai. Di sinilah generasi muda dapat belajar tentang keberanian, kejujuran, dan keberpihakan pada keadilan yang diteladankan oleh Ibu Marsinah,”ujar Khofifah.
Ia menegaskan, penghormatan terhadap pahlawan nasional tidak cukup dilakukan melalui ziarah semata, tetapi harus diwujudkan dengan merawat dan menghadirkan nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Penghormatan kepada pahlawan tidak berhenti di makam, tetapi dilanjutkan dengan menjaga nilai perjuangannya agar tetap hidup dan relevan pada masa kini,” tegasnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Khofifah bersama Kapolri juga melakukan ziarah ke makam Marsinah dan menabur bunga sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhumah yang menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa.
Selain itu, rombongan turut bersilaturahmi dengan keluarga Marsinah di kediamannya. Suasana berlangsung hangat dan penuh empati, menjadi ruang dialog untuk mengenang perjalanan hidup Marsinah sekaligus mempererat ikatan kemanusiaan antara negara dan keluarga pahlawan nasional.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa gagasan pembangunan museum berasal dari keluarga Marsinah yang menginginkan adanya memorial yang benar-benar monumental dan bermakna.
“Museum ini akan menampilkan berbagai peninggalan Marsinah, seperti surat-surat perjuangan, catatan pribadi, buku harian, pakaian, serta dokumen perjalanan hidupnya sebagai aktivis buruh,” jelas Kapolri.
Ia menambahkan, pembangunan rumah singgah dan museum tersebut memiliki makna penting untuk merekam kegigihan Marsinah sejak kecil hingga dewasa dalam memperjuangkan hak-hak buruh.
“Almarhum Marsinah membawa pesan dan cita-cita besar. Ia menjadi obor yang menyalakan semangat perjuangan buruh. Semangat itu harus terus dijaga dan diteruskan,” ujarnya.
Sementara itu, Marsini, kakak kandung Marsinah, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas realisasi pembangunan rumah singgah dan museum tersebut.
Ia berharap keberadaan museum ke depan dapat dirawat secara berkelanjutan serta memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk mendorong Desa Nglundo menjadi desa wisata.
“Masyarakat bisa mengembangkan usaha souvenir, termasuk kaos Marsinah, untuk menghidupkan UMKM desa sehingga pendapatan warga meningkat,” pungkasnya. (ivan)