Kegiatan bakti masyarakat tersebut tidak hanya diisi dengan penanaman mangrove, tetapi juga aksi bersih pantai, pasar murah, pembagian doorprize, hingga penyerahan kunci rumah layak huni kepada warga. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus penguatan karakter kebangsaan.
Khofifah menambahkan, Gerakan Pramuka merupakan ruang strategis pembentukan karakter berbasis nilai, kepedulian, dan tindakan nyata. Wawasan kebangsaan, kata dia, tidak cukup dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.
Sebagai negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia—sekitar 3,4 juta hektare—Indonesia memiliki tanggung jawab besar menjaga kelestariannya. Jawa Timur sendiri terus mendorong rehabilitasi mangrove melalui berbagai program kolaboratif lintas sektor.
Melalui kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bakti Masyarakat 2025 ini, Gerakan Pramuka Jawa Timur meneguhkan komitmennya dalam penguatan karakter generasi muda, kepedulian lingkungan, serta pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. (ivan)