Pramuka Jatim Tanam Mangrove di Trenggalek, Khofifah Dorong Gerakan “Sedekah Oksigen” Berkelanjutan

parlemen | 01 Januari 2026 05:57

Pramuka Jatim Tanam Mangrove di Trenggalek, Khofifah Dorong Gerakan “Sedekah Oksigen” Berkelanjutan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Kwarda Jatim HM Arum Sabil, Kak Siti Mukiyarti , Kak Suli Daim dari Komisi E DPRD Provinsi Jatim, dan Bupati Trenggalek Kak M. Nur Arifin dan ribuan anggota Pramuka menanam mangrove di Pantai Cengkrong, Trenggalek. (dok bhirawa)

TRENGGALEK, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Gerakan Pramuka menjadi motor penggerak pelestarian lingkungan melalui aksi nyata penanaman mangrove sebagai bentuk sedekah oksigen bagi generasi masa depan.

 

Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bakti Masyarakat yang digelar Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur di Pantai Cengkrong, Watulimo, Trenggalek, 3–4 Desember 2025. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Kamis, (1/1/2026).

 

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 3.000 peserta itu, Khofifah memimpin langsung penanaman mangrove bersama Ketua Kwarda Jatim HM Arum Sabil, Kak Siti Mukiyarti, Kak Suli Daim dari Komisi E DPRD Jatim, serta Bupati Trenggalek M. Nur Arifin (Gus Ipin).

 

 

 

Menurut Khofifah, pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan kolektif dan berkelanjutan. Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menahan abrasi, menyerap karbon dalam jumlah besar, serta menjaga keanekaragaman hayati pesisir.

 

“Ini bukan sekadar menanam pohon, tapi membangun benteng ekologi untuk masa depan bangsa. Saya percaya Pramuka bisa menjadi motor gerakan kolektif pelestarian lingkungan,” tegas Khofifah.

 

Ketua Majelis Pembimbing Daerah Pramuka Jatim itu juga menekankan bahwa rehabilitasi mangrove sejalan dengan upaya mendukung target nasional net zero emission. Melalui gerakan “Sedekah Oksigen”, masyarakat diajak berkontribusi langsung menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

 

 

 

Kegiatan bakti masyarakat tersebut tidak hanya diisi dengan penanaman mangrove, tetapi juga aksi bersih pantai, pasar murah, pembagian doorprize, hingga penyerahan kunci rumah layak huni kepada warga. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus penguatan karakter kebangsaan.

 

Khofifah menambahkan, Gerakan Pramuka merupakan ruang strategis pembentukan karakter berbasis nilai, kepedulian, dan tindakan nyata. Wawasan kebangsaan, kata dia, tidak cukup dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.

 

Sebagai negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia—sekitar 3,4 juta hektare—Indonesia memiliki tanggung jawab besar menjaga kelestariannya. Jawa Timur sendiri terus mendorong rehabilitasi mangrove melalui berbagai program kolaboratif lintas sektor.

 

Melalui kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bakti Masyarakat 2025 ini, Gerakan Pramuka Jawa Timur meneguhkan komitmennya dalam penguatan karakter generasi muda, kepedulian lingkungan, serta pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. (ivan)