SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar dialog bersama para pengemudi ojek online (ojol) perempuan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu, (31/12/2025). Kegiatan ini menjadi wujud perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap perempuan pekerja sektor informal, sekaligus momentum refleksi menjelang akhir tahun dan peringatan Hari Ibu.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa para pengemudi ojol perempuan memiliki peran penting sebagai penyangga ekonomi keluarga. Di tengah tantangan ekonomi, mereka tetap mampu menjalankan peran ganda, baik sebagai pencari nafkah maupun pengelola rumah tangga. Dilansir dari surabayapagi.com, Jumat, (2/1/2026).
“Ibu-ibu pengemudi ojol ini adalah perempuan tangguh yang bekerja keras demi keberlangsungan keluarganya,” ujar Khofifah.
Menurutnya, pengemudi ojol perempuan menghadapi tantangan berlapis, mulai dari tekanan ekonomi, tanggung jawab domestik, hingga risiko keselamatan saat bekerja di jalan. Karena itu, dukungan berkelanjutan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar ketahanan sosial dan ekonomi mereka semakin kuat.
Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim terus mendorong berbagai program penguatan ekonomi kerakyatan agar para pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojol perempuan, memiliki peluang hidup yang lebih berkelanjutan dan terlindungi.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Ibu kepada seluruh pengemudi ojol perempuan. Ia menyebut mereka sebagai pahlawan keluarga yang menjalankan peran ganda dengan penuh dedikasi dan ketulusan.
“Selamat Hari Ibu untuk bunda-bunda ojol. Terima kasih atas kerja keras dan pengorbanannya,”tuturnya.
Sementara itu, perwakilan pengemudi ojol perempuan, Nur Hayati, mengaku kehadiran langsung Gubernur Jawa Timur menjadi penyemangat tersendiri di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Kami terus berjuang untuk keluarga. Perhatian dan dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami,”kata Nur Hayati.
Ia berharap ke depan pemerintah dapat menghadirkan lebih banyak kebijakan yang berpihak pada pengemudi ojol perempuan, khususnya terkait perlindungan kerja serta jaminan kesejahteraan sosial.
Dialog berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Pemprov Jatim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat solidaritas sosial serta mendukung perempuan pekerja yang menjadi tulang punggung perekonomian keluarga. (ivan)