Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, total produksi jeruk di Jawa Timur pada triwulan III 2025 mencapai 959.231,31 ton atau berkontribusi 36,22 persen terhadap produksi nasional. Angka tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai produsen jeruk terbesar di Indonesia.
Khofifah menegaskan, tingginya produksi jeruk lokal harus diimbangi dengan peningkatan konsumsi dalam negeri. Menurutnya, hal ini penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap jeruk impor sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
“Produksi jeruk di Jawa Timur adalah yang tertinggi secara nasional. Ini potensi besar yang harus dijaga bersama, salah satunya dengan meningkatkan konsumsi jeruk lokal dan secara bertahap mengurangi impor,” tegasnya.