Khofifah Dorong Penguatan Ekosistem K3 sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

parlemen | 16 Januari 2026 07:46

Khofifah Dorong Penguatan Ekosistem K3 sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat ekosistem pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) profesional, andal, serta kolaboratif sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penguatan ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang profesional, andal, dan kolaboratif sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur.

 

Hal itu disampaikan Khofifah saat memimpin apel peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di Gresik, Rabu, (14/1/2026). Menurutnya, K3 bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan nilai dasar yang menjamin hak setiap pekerja untuk pulang ke rumah dengan selamat. Dilansir dari antaranews.com, Jumat, (16/1/2026).

 

“Keselamatan dan kesehatan kerja adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, Pemprov Jawa Timur berkomitmen memperkuat budaya K3 berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Khofifah.

 

 

 

Tema nasional Bulan K3 2026 yang menekankan pengelolaan K3 profesional, andal, dan kolaboratif dinilai selaras dengan Nawa Bhakti Satya, khususnya program Jatim Kerja. Khofifah menekankan, pembangunan ekosistem K3 tidak dapat dijalankan secara parsial.

 

Pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, dunia usaha sebagai inovator, pekerja sebagai subjek utama, akademisi dan asosiasi profesi sebagai sumber pengetahuan, serta media sebagai penggerak literasi publik.

 

“Tidak ada satu pihak pun yang mampu mengelola K3 sendirian. Kolaborasi adalah kunci agar sistem K3 berjalan efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.

 

 

 

Atas sinergi tersebut, Pemprov Jatim menerima sejumlah penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan. Pada awal 2026, sebanyak 717 perusahaan dan pemangku kepentingan menerima penghargaan K3, termasuk sembilan bupati/wali kota Pembina K3 Terbaik.

 

Selain itu, 354 perusahaan meraih penghargaan Zero Accident, 154 perusahaan memperoleh penghargaan SMK3, 104 perusahaan untuk Program P2 HIV/AIDS, serta 96 perusahaan untuk Program Penanggulangan Tuberkulosis (P2 TB).

 

Khofifah menegaskan, pengelolaan K3 harus berbasis profesionalisme, kompetensi, integritas, serta kebijakan berbasis data. Sistem K3 juga harus dibangun secara andal melalui perencanaan matang, pelatihan berkelanjutan, dan evaluasi terbuka.

 

 

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, siap mendukung percepatan implementasi kebijakan K3 nasional melalui penguatan pembinaan, pengawasan, dan sinergi lintas sektor, sekaligus mendorong inovasi agar adaptif terhadap tantangan daerah.

 

“Momentum Bulan K3 Nasional ini harus dimanfaatkan untuk membangun budaya keselamatan yang mandiri dan berkelanjutan, demi industri yang manusiawi dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (ivan)