Pada Triwulan IV 2025, realisasi investasi non-UMK tercatat Rp40 triliun, tumbuh 31,6 persen secara kuartalan dan meningkat 11,4 persen secara tahunan. Pada periode tersebut, PMDN masih mendominasi dengan nilai Rp29,2 triliun atau 73 persen, sementara PMA mencapai Rp10,8 triliun.
Menurut Khofifah, dominasi PMDN menunjukkan kuatnya keyakinan pelaku usaha domestik terhadap iklim investasi di Jawa Timur.
“Ini menandakan pelaku usaha dalam negeri optimistis terhadap kepastian hukum, stabilitas daerah, dan peluang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” ujarnya.