KEDIRI, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan gedung baru Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan dan UPT RSBL Kediri, Rabu, (21/1/2026) sore. Peresmian ini menjadi langkah nyata Pemprov Jatim dalam menghadirkan tempat tinggal yang layak dan manusiawi bagi ratusan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
Di UPT RSBL Pasuruan, gedung baru dibangun di atas lahan seluas tiga hektare dengan total anggaran Rp30,8 miliar. Sebelumnya, fasilitas lama kerap dilanda banjir setiap tahun sehingga menghambat proses rehabilitasi. Dengan gedung baru tersebut, layanan rehabilitasi kini dapat berjalan lebih optimal tanpa kekhawatiran bencana banjir. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Kamis, (22/1/2026).
“ODGJ harus mendapatkan perlakuan yang setara dengan individu non-disabilitas. Mereka berhak tinggal di tempat yang layak, aman, dan manusiawi,” tegas Gubernur Khofifah saat peresmian.
Sementara itu, gedung baru UPT RSBL Kediri berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektare dengan anggaran Rp22,2 miliar. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta kenyamanan para penerima manfaat selama menjalani proses rehabilitasi.
Khofifah menegaskan, pembangunan gedung baru ini menjadi simbol perubahan paradigma dalam penanganan ODGJ. Menurutnya, stigma negatif harus dihapus agar pembangunan sosial yang inklusif dapat terwujud.
“Kesan kumuh dan ala kadarnya dalam penanganan ODGJ harus diganti dengan pelayanan yang lebih bermartabat dan berorientasi pada pemulihan,” ujarnya.
Di UPT RSBL Pasuruan, tercatat sebanyak 305 penerima manfaat yang terdiri dari 141 kategori berat dan 164 kategori ringan. Mereka memperoleh layanan terpadu mulai dari pengasramaan, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, hingga pelatihan keterampilan. Sementara di UPT RSBL Kediri, terdapat 300 penerima manfaat, dengan sebagian di antaranya telah siap dipulangkan ke keluarga.
Kepala Dinas Sosial Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, MM, menyampaikan bahwa keberadaan gedung baru sangat mendukung efektivitas rehabilitasi sosial ODGJ.
“Dengan fasilitas yang lebih representatif serta lingkungan yang aman dan nyaman, proses pemulihan penerima manfaat diharapkan dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan infrastruktur ini juga dibarengi dengan penguatan layanan kesehatan, pendampingan psikososial, dan pembinaan keterampilan.
“Kami ingin memastikan ODGJ siap kembali berfungsi sosial dan diterima dengan baik di tengah masyarakat,” pungkas Novi. (ivan)