Rehabilitasi ODGJ, Wujud Perhatian Pemprov Jatim

parlemen | 22 Januari 2026 19:00

Rehabilitasi ODGJ, Wujud Perhatian Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) merupakan wujud perhatian nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan khusus. Pernyataan ini disampaikannya saat meresmikan gedung baru Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan dan Kediri.

 

“UPT RSBL ini menunjukkan komitmen kami memanusiakan manusia. Insya Allah, jika kita memuliakan yang ada di bumi, kita akan dimuliakan yang ada di langit,” kata Khofifah, dikutip dari antaranews.com, Kamis, (21/1/2026).

 

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para petugas dan pendamping UPT RSBL atas dedikasi, kesabaran, dan kepekaan nurani mereka dalam melayani penerima manfaat.

 

 

 

Khofifah menekankan bahwa tugas di UPT RSBL bukan sekadar merapikan atau mendisiplinkan, tetapi memastikan penerima manfaat menjadi sehat dan terus sehat. Ia menyempatkan diri menyapa langsung penerima manfaat dan meninjau fasilitas, mulai dari asrama, ruang makan, lapangan, hingga ruang pelatihan keterampilan.

 

Sebagai simbol komitmen perawatan berkelanjutan, Khofifah juga menanam pohon mangga di area UPT RSBL Pasuruan. 

 

“Semua yang kita tanam akan kita rawat dan pantau. Kedisiplinan dalam merawat pohon mencerminkan cara kita merawat seluruh penerima manfaat di sini,” tukas Gubernur Jatim itu.

 

 

Gedung baru UPT RSBL Pasuruan dibangun pada 2024 dengan anggaran Rp30,8 miliar di lahan seluas 3 hektare. Fasilitas ini mampu menampung 305 penerima manfaat, terdiri atas 216 laki-laki dan 89 perempuan, dengan kategori berat 141 orang dan kategori ringan 164 orang. Sementara itu, pembangunan UPT RSBL Kediri selesai pada 2025 dengan anggaran Rp22,27 miliar di lahan 2,7 hektare, melayani 300 penerima manfaat, termasuk 58 orang kategori ringan yang siap dipulangkan. 

 

Dengan peresmian kedua gedung UPT RSBL ini, Pemprov Jatim menegaskan komitmennya tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga memberikan perhatian penuh terhadap pemulihan ODGJ. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagaimana pelayanan sosial yang manusiawi dapat meningkatkan kualitas hidup dan martabat penerima manfaat di seluruh Jawa Timur.