Lewat Jatim Sehat, Khofifah Perkuat Fondasi Gizi Menuju Indonesia Emas 2045

parlemen | 25 Januari 2026 17:47

 

Program tersebut dijalankan secara kolaboratif bersama pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan.

 

Khofifah juga mengungkap sejumlah tantangan dalam percepatan penurunan stunting, di antaranya keterbatasan daya beli masyarakat terhadap pangan sumber protein hewani, rendahnya literasi gizi, serta meningkatnya konsumsi pangan industri dan makanan ultra-proses, khususnya di kalangan anak dan remaja.

 

Meski demikian, capaian pembangunan gizi Jawa Timur menunjukkan tren positif. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting di Jawa Timur turun dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen pada 2024, menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan capaian terbaik di Pulau Jawa dan salah satu yang terendah secara nasional.

 

“Alhamdulillah, ini prestasi yang membanggakan. Namun ini bukan akhir perjuangan. Pencegahan stunting harus dilakukan secara konsisten sejak remaja, kehamilan, hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” tegasnya.

 

Pada momentum Hari Gizi Nasional 2026, Khofifah mengajak masyarakat memperkuat kesadaran gizi seimbang melalui gerakan Sehat Dimulai dari Piringku, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam edukasi gizi, ketahanan pangan lokal, dan percepatan penurunan stunting sebagai investasi jangka panjang pembangunan daerah. (ivan)