Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Fondasi Data Pembangunan

parlemen | 29 Juli 2026 19:05

Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Fondasi Data Pembangunan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, jajaran pimpinan BPS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, serta peserta usai Penutupan Rapat Koordinasi Nasional Monitoring dan Evaluasi Sensus Ekonomi 2026 di Surabaya. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) menjadi momentum strategis untuk memperkuat fondasi data pembangunan nasional. Data yang dihasilkan Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi acuan utama pemerintah dalam menyusun kebijakan sehingga setiap program pembangunan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran. Pernyataan tersebut disampaikan saat Penutupan Rapat Koordinasi Nasional Monitoring dan Evaluasi Sensus Ekonomi 2026 di Surabaya, Selasa, (28/7/2026).

 

Khofifah mengatakan hampir seluruh kebijakan strategis pemerintah bertumpu pada data statistik yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kehadiran BPS menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses penyusunan kebijakan di berbagai sektor. Dilansir darj kominfojatim.go.id,. Rabu, (29/7/2026).

 

“Hari ini tidak ada rapat kabinet tanpa pimpinan BPS. Bicara pertanian BPS, tebu BPS, energi BPS, pembangunan perumahan BPS, infrastruktur BPS, apalagi kemiskinan, semuanya membutuhkan data BPS,” ujarnya.

 

Ia menilai data statistik bukan hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga berfungsi sebagai kompas pemerintah dalam merencanakan, melaksanakan, hingga mengevaluasi berbagai program pembangunan. Karena itu, seluruh insan BPS memiliki peran strategis dalam mendukung proses pengambilan keputusan, baik di tingkat nasional maupun daerah.