SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pembangunan gizi masyarakat melalui program Jatim Sehat sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Minggu, (25/1/2026)
Komitmen tersebut disampaikan Khofifah pada peringatan Hari Gizi Nasional 2026 di Surabaya. Menurutnya, pemenuhan gizi seimbang merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi masa depan. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (25/1/2026).
“Melalui Jatim Sehat, kami memastikan pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang menjadi prioritas utama. Gizi yang baik adalah penentu terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Khofifah.
Ia menekankan, pembangunan generasi emas harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil, melalui pembiasaan pola konsumsi dan kebiasaan makan sehat sejak dini.
“Sehat itu tidak harus mahal. Membangun generasi emas bisa dimulai dari piring makan di rumah. Dari sanalah kebiasaan hidup sehat dibentuk,” katanya.
Penguatan gizi di Jawa Timur dilakukan secara komprehensif melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif, mulai dari penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, optimalisasi Posyandu, pemantauan asupan gizi balita, pemenuhan gizi remaja, hingga edukasi gizi lintas siklus kehidupan.
Program tersebut dijalankan secara kolaboratif bersama pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan.
Khofifah juga mengungkap sejumlah tantangan dalam percepatan penurunan stunting, di antaranya keterbatasan daya beli masyarakat terhadap pangan sumber protein hewani, rendahnya literasi gizi, serta meningkatnya konsumsi pangan industri dan makanan ultra-proses, khususnya di kalangan anak dan remaja.
Meski demikian, capaian pembangunan gizi Jawa Timur menunjukkan tren positif. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting di Jawa Timur turun dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen pada 2024, menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan capaian terbaik di Pulau Jawa dan salah satu yang terendah secara nasional.
“Alhamdulillah, ini prestasi yang membanggakan. Namun ini bukan akhir perjuangan. Pencegahan stunting harus dilakukan secara konsisten sejak remaja, kehamilan, hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” tegasnya.
Pada momentum Hari Gizi Nasional 2026, Khofifah mengajak masyarakat memperkuat kesadaran gizi seimbang melalui gerakan Sehat Dimulai dari Piringku, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam edukasi gizi, ketahanan pangan lokal, dan percepatan penurunan stunting sebagai investasi jangka panjang pembangunan daerah. (ivan)