Bank UMKM Kenalkan Salak Bangkalan di Misi Dagang Jatim–Jateng

parlemen | 01 Februari 2026 04:32

Bank UMKM Kenalkan Salak Bangkalan di Misi Dagang Jatim–Jateng
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melihat buah salak di misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co – PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jawa Timur terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Dalam Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah yang digelar di Semarang, Kamis, (29/1/2026), Bank UMKM membawa misi khusus: memperkenalkan potensi Salak Bangkalan ke pasar nasional.

 

Selama ini, pasar salak nasional didominasi oleh varietas Salak Pondoh dan Salak Bali. Padahal, Jawa Timur memiliki kekayaan hayati lain yang tak kalah unik, yakni Salak Bangkalan, dengan karakteristik rasa dan tekstur yang berbeda. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Minggu, (1/2/2026).

 

Untuk mengangkat potensi tersebut, Bank UMKM menggandeng mitra binaannya, UD Budi Jaya, usaha kreatif asal Bangkalan milik Saniyah. Produk olahan Salak Bangkalan diperkenalkan langsung kepada calon buyer dan investor dalam forum misi dagang lintas provinsi tersebut.

 

Direktur Utama Bank UMKM Jawa Timur, Irwan Eka Wijaya Arsyad, yang hadir langsung dalam kegiatan itu, menyampaikan bahwa keikutsertaan UMKM binaan merupakan bagian dari strategi pendampingan usaha dari hulu hingga hilir.

 

“Kami sengaja membawa Salak Bangkalan ke Semarang untuk membuktikan bahwa produk lokal yang selama ini dianggap kurang kompetitif bisa menjadi primadona jika dikembangkan dengan inovasi. Bank UMKM ingin memastikan nasabah memiliki akses langsung ke pasar di luar daerah,” ujarnya, Jumat, (30/1/2026).

 

 

Salak Bangkalan memiliki rasa yang lebih segar, tidak terlalu manis, dengan tekstur berair atau juicy. Karakter ini membuat buah segarnya kurang diminati untuk konsumsi langsung dalam skala besar, namun justru sangat potensial sebagai bahan baku produk olahan.

 

Melalui UD Budi Jaya, Saniyah mengolah Salak Bangkalan menjadi berbagai produk bernilai tambah, di antaranya Cokomat (Cokelat Salak Keramat), sirup salak, dan selai salak. Inovasi ini didukung pembiayaan Bank UMKM melalui skema Kredit Kusuma (Kredit untuk Semua Usaha).

 

Kredit Kusuma merupakan fasilitas pembiayaan bagi masyarakat untuk kebutuhan modal kerja, investasi, maupun konsumsi, dengan persyaratan relatif mudah guna mendorong inklusi keuangan sektor usaha mikro dan kecil.

 

“Bank UMKM tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan dengan bunga ringan, tetapi juga sebagai mitra strategis yang membuka akses pasar bagi UMKM,” tegas Irwan.

 

 

 

Selain produk pangan, Bank UMKM juga membawa Jokotole Collection, usaha batik tulis Madura milik Uswatun Hasanah. Batik dengan warna-warna berani dan motif khas Madura tersebut menarik perhatian calon pembeli dari Jawa Tengah, sekaligus menunjukkan daya saing produk kriya Bangkalan di pasar regional.

 

Sebagai informasi, misi dagang dan investasi antara Pemprov Jawa Timur dan Jawa Tengah ini berhasil mencatatkan transaksi sementara senilai Rp2,9 triliun. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi misi dagang pertama Jatim dengan Jateng.

 

Dalam forum tersebut, 108 pelaku usaha dari Jawa Timur dipertemukan dengan 110 pelaku usaha dari Jawa Tengah. Hasilnya, Jawa Timur membukukan total penjualan Rp2,658 triliun, pembelian Rp184 miliar, serta komitmen investasi sebesar Rp96 miliar. (ivan)