MALANG, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Nahdlatul Ulama (NU) selama satu abad terakhir konsisten berkontribusi dalam pembangunan peradaban bangsa Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Khofifah usai mengikuti Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu. Menurutnya, NU sejak berdiri pada 1926 memiliki peran sentral dalam membangun bangsa, terutama melalui sektor pendidikan pesantren. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (9/2/2026).
“Banyak pesantren menjadi tempat bertumbuhnya peradaban, membekali pribadi-pribadi dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama,” ujar Khofifah.
Ia menilai pesantren di bawah naungan NU tidak hanya menitikberatkan pada aspek keilmuan dan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter anak bangsa yang tangguh, moderat, dan toleran. Hal itu menjadikan NU tumbuh sebagai rumah besar umat yang mengayomi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Khofifah menambahkan, semangat Islam moderat yang terus dirawat NU menjadi perekat penting dalam keberagaman Indonesia. “Nahdlatul Ulama terbuka dengan banyak hal, teguh menjaga tradisi, dan mengedepankan nilai rahmatan lil alamin,” katanya.
Menurut Khofifah, peringatan 1 Abad NU yang mengacu pada kalender masehi menjadi momentum penting bagi organisasi tersebut untuk merawat dan melanjutkan warisan perjuangan para pendirinya.
“Nahdlatul Ulama adalah wadah kekuatan besar dan strategis bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyampaikan bahwa suksesnya rangkaian agenda 1 Abad NU tidak lepas dari dukungan berbagai pihak lintas organisasi dan agama.
Ia mencontohkan, pengurus Muhammadiyah di Kota Malang menyiapkan sekitar 10 ribu porsi makanan bagi peserta Mujahadah Kubro. Selain itu, sejumlah sekolah di sekitar Stadion Gajayana juga membuka ruang transit bagi jamaah.
“Bahkan pengurus gereja ikut membuka pintu dan menyediakan fasilitas, dengan penuh kearifan dan toleransi menggeser waktu kebaktian,” ujar Gus Kikin.
Atas dukungan tersebut, Gus Kikin menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Malang. Ia juga memohon maaf apabila pelaksanaan kegiatan menimbulkan ketidaknyamanan selama beberapa hari.
“Ini adalah wujud nyata gotong royong dan toleransi,” katanya. (ivan)