Ekonomi Jatim Melaju 5,85 Persen di Akhir 2025, Kinerja Inklusif Makin Menguat

parlemen | 09 Februari 2026 18:45

Ekonomi Jatim Melaju 5,85 Persen di Akhir 2025, Kinerja Inklusif Makin Menguat
Ekonomi Jatim tumbuh inklusif 5,85 persen. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Perekonomian Jawa Timur terus menunjukkan tren positif hingga penghujung 2025. Pada triwulan IV 2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,85 persen secara year-on-year (y-on-y), mendekati enam persen dan mencerminkan pertumbuhan yang konsisten serta inklusif.

 

Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur pada 5 Februari 2026. Secara kumulatif sepanjang 2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,33 persen (cumulative-to-cumulative/c-to-c), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Dilansir dari antaranews, Senin, (9/2/2026).

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian itu sebagai hasil kerja kolektif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

 

“Alhamdulillah hingga penghujung tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Jatim terus bertumbuh. Di tengah berbagai dinamika nasional, Insya Allah perekonomian Jawa Timur terus tumbuh konsisten dan inklusif,” ujarnya di Surabaya, Senin (9/2).

 

 

 

Secara sektoral, pertumbuhan tertinggi secara y-on-y dicatat lapangan usaha Jasa Lainnya sebesar 9,86 persen. Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 6,66 persen, menandakan kuatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jatim.

 

Struktur ekonomi Jawa Timur masih ditopang tiga sektor utama, yakni industri pengolahan sebesar 31,32 persen, perdagangan 18,55 persen, dan pertanian 10,74 persen. Dengan struktur tersebut, Jatim menjadi penyumbang terbesar kedua bagi perekonomian Pulau Jawa sebesar 25,06 persen dan kontributor terbesar kedua nasional sebesar 14,21 persen.

 

Dari sisi nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp3.403,17 triliun. PDRB per kapita pun meningkat menjadi Rp80,86 juta.

 

“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur secara agregat sepanjang tahun lalu,” tegas Khofifah.

 

 

 

Secara c-to-c, sektor Jasa Perusahaan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,24 persen, didorong kinerja biro dan agen perjalanan wisata. Sementara sektor Akomodasi dan Makan Minum tumbuh positif seiring meningkatnya aktivitas konsumsi, termasuk dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan 6,63 persen, didorong peningkatan perdagangan antarwilayah domestik dan internasional.

 

Khofifah optimistis tren positif ini berlanjut pada awal 2026. Ia mengajak seluruh pihak menjaga stabilitas dan iklim usaha yang kondusif agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

 

“Capaian akhir tahun ini menjadi modal awal yang kuat memasuki 2026. Bukan untuk berpuas diri, tetapi untuk terus memacu kinerja demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. (ivan)