Peringati HPN 2026, Khofifah Perkuat Sinergi dengan Jurnalis Jatim

parlemen | 10 Februari 2026 14:21

Peringati HPN 2026, Khofifah Perkuat Sinergi dengan Jurnalis Jatim
Gubernur Khofifah bersama Wartawan. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bersama insan pers Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin, (9/2/2026). Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh keakraban sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi jurnalis dalam pembangunan daerah.

 

Acara tersebut dihadiri Pokja Wartawan Grahadi, Pokja Wartawan Indrapura, Pokja Wartawan Polda Jawa Timur, Pokja Wartawan Hukum (Wankum), serta Komunitas Media Pengadilan Kejaksaan (Kompak). Sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut hadir mendampingi Gubernur Khofifah. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Selasa, (10/2/2026).

 

Peringatan HPN 2026 ditandai dengan pemotongan tumpeng, makan bersama, serta ramah tamah antara Gubernur Khofifah dan para jurnalis yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi publik kepada masyarakat.

 

Dalam suasana akrab, Khofifah menyapa dan menyalami satu per satu wartawan yang hadir. Ia juga menyerahkan kue tart kepada jurnalis senior yang telah mengabdikan diri lebih dari 30 tahun serta jurnalis paling yunior sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas di dunia jurnalistik.

 

 

Khofifah menegaskan bahwa pers memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.

 

“Pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah sekaligus jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Khofifah.

 

Menurutnya, di tengah dinamika sosial dan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, kehadiran jurnalisme profesional sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas informasi di ruang publik. Ia berharap insan pers terus menjaga profesionalisme, memperkuat literasi publik, serta menghadirkan narasi yang menyejukkan dan mencerahkan.

 

“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Terima kasih atas kerja keras insan pers yang terus menjaga ruang publik tetap sehat,” tuturnya.

 

 

Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Grahadi Fatimatuz Zahro menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah yang dinilai konsisten setiap tahun memperingati Hari Pers Nasional bersama jurnalis Jawa Timur, khususnya Pokja Wartawan Grahadi.

 

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian Ibu Gubernur yang setiap tahun menyelenggarakan tasyakuran HPN. Ini menjadi bukti nyata kepedulian dan perhatian Gubernur Khofifah kepada insan pers di Jawa Timur,” ungkap perempuan yang akrab disapa Ima tersebut.

 

Menurut Ima, profesi jurnalis menuntut kerja keras, ketangguhan, serta dedikasi tinggi. Jurnalis tidak mengenal jam kerja tetap dan kerap bekerja melampaui waktu normal, terutama saat terjadi peristiwa penting atau kejadian luar biasa.

 

“Dalam kondisi tertentu, jurnalis bahkan kerap mempertaruhkan keselamatan demi menghadirkan informasi bagi publik. Namun prinsip kami tetap satu, tidak ada berita yang seharga dengan nyawa,”tegasnya.

 

 

Ia juga mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin baik antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan insan pers. Keterbukaan serta dukungan para narasumber, khususnya Kepala Perangkat Daerah, dinilai sangat membantu jurnalis dalam memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.

 

“Alhamdulillah, selama ini teman-teman jurnalis dapat memperoleh informasi melalui komunikasi yang baik dengan para narasumber di lingkungan Pemprov Jatim,” jelasnya.

 

Ke depan, Ima menilai tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghasilkan narasi secara instan. Meski demikian, ia meyakini teknologi tidak akan mampu menggantikan sensitivitas, intuisi, dan etika jurnalis profesional.