KONI Jatim 2025–2029 Dilantik, Khofifah Dorong Sports Science Menuju PON 2028

parlemen | 11 Februari 2026 17:14

KONI Jatim 2025–2029 Dilantik, Khofifah Dorong Sports Science Menuju PON 2028
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pelantikan Pengurus KONI Jatim 2025–2029 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

SURABAYA, PustakaJC.co – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur masa bakti 2025–2029 resmi dilantik di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, (10/2/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyaksikan langsung pelantikan yang dipimpin Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.

 

Sebanyak 69 pengurus dilantik, dengan Muhammad Nabil sebagai Ketua KONI Jatim, Akmal Budianto sebagai Sekretaris Umum, dan Jasmono sebagai Bendahara Umum. 

 

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan kepengurusan baru memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem olahraga sekaligus menyiapkan atlet Jatim menghadapi PON XXII Tahun 2028 di NTB–NTT serta berbagai kejuaraan nasional dan internasional.

 

Ia optimistis Jawa Timur tetap menjadi lumbung prestasi atlet nasional.

 

“Ada semangat luar biasa bagaimana Nusa Tenggara menjadi tuan rumah. Tentu kita support. Cabor-cabor yang sempat kehilangan medali harus menjadi evaluasi untuk berbenah sebagai kekuatan Jawa Timur,” ujar Khofifah.

 

 

 

Khofifah juga mendorong penerapan sports science dalam pembinaan atlet dengan memanfaatkan fasilitas UNESA Sports Science. Menurutnya, pembinaan berbasis data akan membuat capaian latihan lebih terukur dan meminimalkan risiko cedera.

 

“Bukan hanya fokus pada prestasi, tapi capaian bisa terukur dan pembibitan berjalan lebih siap. Kita harus memberi support maksimal kepada atlet,” tegasnya.

 

Selain aspek teknis, Khofifah menekankan pentingnya membangun budaya olahraga sejak dini melalui lingkungan sosial yang mendukung. Ia juga menegaskan kekompakan Forkopimda Jatim dalam mendukung prestasi olahraga daerah.

 

“Tidak ada sukses sendirian. Kita sukses karena bergandengan tangan, bersinergi, dan berkolaborasi,”tuturnya.

 

 

 

Dalam waktu dekat, fokus pembinaan akan diarahkan pada cabang olahraga Olimpiade sebagai bagian dari upaya meningkatkan peringkat Indonesia pada Olimpiade Los Angeles 2028. Pada Olimpiade Paris sebelumnya, Indonesia menempati peringkat ke-39 dengan dua emas dan satu perunggu.

 

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyebut atlet Jawa Timur selama ini menjadi tulang punggung tim nasional, termasuk pada SEA Games Thailand saat Indonesia finis peringkat kedua.

 

“Dominasi atlet Jawa Timur di tim nasional harus menjadi bahan evaluasi agar ke depan prestasinya lebih meningkat lagi,” katanya.

 

 

Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil menegaskan pentingnya sinergi antara KONI pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta pemerintah pusat dan daerah.

 

“Negara harus hadir untuk mendukung aktivitas olahraga menuju prestasi terbaik. Saat negara hadir total di SEA Games, hasilnya kita naik ke peringkat dua,” ujarnya.

 

Ia memastikan KONI Jatim siap bersinergi penuh dengan Pemprov Jatim.

 

“KONI Jawa Timur harus selalu bekerja sama dengan Gubernur. Kita punya tanggung jawab moral membawa nama baik Jawa Timur melalui olahraga,” pungkas Nabil. (ivan)