SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menutup Expo & Expose SMK Jatim Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Grand City Surabaya, Sabtu, (14/2/2026). Ajang ini disebut bukan sekadar pameran, tetapi pintu pembuka masa depan bagi siswa pendidikan vokasi.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa Expo & Expose SMK menjadi etalase inovasi, kreativitas, dan gagasan luar biasa dari siswa SMK yang siap bersaing di dunia industri. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (15/2/2026).
“Kegiatan ini adalah cara kita bersama membuka gerbang masa depan anak-anak SMK. Booth yang hadir adalah etalase inovasi dan kreativitas. Terima kasih kepada dunia usaha dan industri yang terus memberi ruang gagasan out of the box,” ujar Khofifah.
Ia mengungkapkan, produk siswa SMK Jawa Timur bahkan telah terlibat dalam rantai produksi industri strategis nasional. Salah satunya, suku cadang ujung senjata produksi PT Pindad di Malang yang ternyata dibuat oleh siswa SMK di Sooko, Mojokerto.
Menurut Khofifah, jika siswa SMK mendapat ruang dan peluang lebih luas, maka pendidikan vokasi akan menjadi kekuatan utama dalam memenuhi kebutuhan pasar kerja.
“Produk anak SMK tidak kalah dengan mahasiswa perguruan tinggi. Yang membedakan hanya landasan teori, tetapi hasil akhirnya sangat kompetitif. Mereka punya inovasi dan kreativitas luar biasa,” tegasnya.
Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan, turut mengapresiasi Pemprov Jawa Timur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai Expo & Expose menjadi bukti nyata kesiapan lulusan SMK menjawab kebutuhan industri nasional hingga pasar global.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat citra SMK sebagai pusat produksi profesional, sekaligus mempertemukan siswa dengan dunia industri secara langsung.
Expo & Expose SMK Jatim 2026 diikuti oleh 269 sekolah, terdiri dari 203 SMK negeri dan 66 SMK swasta. Kegiatan ini mencatat total transaksi lebih dari Rp2,9 miliar dan menarik lebih dari 5.000 pengunjung.
Selain itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur juga menandatangani nota kesepahaman dengan SMK Telkom Malang untuk pengembangan SDM dan dukungan teknologi informasi, memperkuat ekosistem pendidikan vokasi berbasis industri.
Menutup acara, Khofifah menyampaikan optimisme bahwa lulusan SMK Jawa Timur akan menjadi generasi unggul yang mampu memperkuat daya saing bangsa.
“Expo ini bukan penutup, tetapi pembuka gerbang masa depan mereka,” pungkasnya. (ivan)