Khofifah Turun ke Pasar, Pantau Harga Cabai, Ayam, dan Telur Jelang Ramadhan

parlemen | 16 Februari 2026 08:55

Khofifah Turun ke Pasar, Pantau Harga Cabai, Ayam, dan Telur Jelang Ramadhan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau langsung harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tambakrejo Surabaya menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. (dok antara)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke pasar tradisional untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan di Pasar Tambakrejo, Surabaya, Minggu, (15/2/2026).

 

Khofifah mengatakan sidak tersebut bertujuan memastikan stabilitas harga dan pasokan komoditas strategis, terutama menjelang peningkatan permintaan masyarakat pada awal Ramadhan. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (16/2/2027).

 

“Biasanya jika menjelang Ramadhan ada kebutuhan yang perlu disiapkan keluarga untuk dua hingga tiga hari pertama. Ketika permintaan meningkat sementara suplai standar, maka kecenderungan beberapa item mengalami kenaikan harga,” ujarnya.

 

 

 

Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Harga daging ayam ras tercatat sekitar Rp40.000 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sementara telur ayam ras mencapai Rp32.000 per kilogram, di atas HET Rp30.000 per kilogram.

 

Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah yang mencapai Rp85.000 per kilogram, jauh di atas kisaran HET Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram.

 

“Yang paling dirasakan adalah cabai rawit, daging ayam, dan telur ayam. Sementara daging sapi di Pasar Tambakrejo masih stabil di kisaran Rp120.000 per kilogram untuk kualitas terbaik. Sedangkan gula mengalami kenaikan sekitar Rp500 hingga Rp800,” kata Khofifah.

 

 

 

Sementara itu, harga beras premium terpantau berada di kisaran Rp16.500 per kilogram. Untuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), harganya sekitar Rp12.200 per kilogram, sedangkan gula pasir berada di kisaran Rp17.000 per kilogram.

 

Khofifah juga menyoroti ketersediaan minyak goreng rakyat merek MinyaKita. Ia meminta agar volume pasokan ke pasar tradisional dapat ditingkatkan guna menjaga stabilitas harga.

 

Menurutnya, intervensi distribusi dan penambahan suplai menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan harga dalam waktu singkat, terutama di momen Megengan yang identik dengan tradisi masyarakat menyambut Ramadhan.

 

“Apalagi hari ini momen Megengan. Biasanya masyarakat mulai menyetok kebutuhan untuk beberapa hari ke depan. Namun umumnya harga akan kembali normal pada awal Ramadhan,” ujarnya.

 

 

 

Pemprov Jawa Timur, lanjut Khofifah, akan terus melakukan langkah intervensi distribusi dan penguatan pasokan guna memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan masyarakat dapat menjalani Ramadhan dengan tenang.

 

Di sela sidak, Khofifah juga membeli kue apem dari pedagang setempat. Ia menjelaskan, apem memiliki makna filosofis dalam tradisi Megengan sebagai simbol permohonan maaf dan ungkapan syukur menjelang bulan suci Ramadhan. (ivan)