MOJOKERTO, PustakaJC.co - Khofifah Indar Parawansa meresmikan Jembatan Bubak di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Kamis, (19/2/2026) malam. Jembatan yang sebelumnya putus akibat banjir kini kembali berfungsi dan diharapkan memperlancar mobilitas serta memulihkan akses ekonomi masyarakat.
Jembatan rangka baja tersebut memiliki panjang 60 meter dan lebar 7 meter, dengan nilai pembangunan sekitar Rp13 miliar. Infrastruktur ini menghubungkan aktivitas warga antarwilayah, termasuk distribusi barang, kegiatan sosial, dan aktivitas keagamaan. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Sabtu, (21/2/2026).
“Momentum peresmian terasa istimewa karena bertepatan dengan 1 Ramadan 1447 Hijriah. Semoga Jembatan Bubak menjadi simbol penguatan silaturahmi dan memperlancar akses masyarakat untuk beribadah, bekerja, berdagang, serta beraktivitas,” ujar Khofifah.
Pembangunan jembatan ini berawal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, setelah jembatan lama terputus akibat banjir. Menindaklanjuti hal itu, Pemprov Jatim melalui Dinas PU Bina Marga mempercepat proses pembangunan hingga selesai 100 persen.
Menurut Khofifah, pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun konektivitas, harapan, dan masa depan masyarakat. Kehadiran jembatan ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru, memperkuat aktivitas UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kita melihat Jembatan Bubak menjadi ikon dan magnet baru wilayah Gondang. Bahkan kawasan ini mulai berkembang menjadi pusat kegiatan baru masyarakat, termasuk tumbuhnya pelaku UMKM,” katanya.
Khofifah juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan sebagai aset bersama, serta menghindari vandalisme dan tindakan yang merusak fasilitas publik.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menyebut, setelah putus akibat banjir pada 2024, warga sempat pesimis akses penghubung dua desa bisa segera pulih.
“Jembatan Bubak tidak hanya menjadi penghubung Desa Gondang dan Kebontunggul, tetapi juga menjadi ikon baru dan penggerak ekonomi masyarakat, khususnya UMKM,” ujarnya.
Warga setempat menyambut baik peresmian jembatan tersebut. Mereka mengaku akses yang sebelumnya terbatas kini kembali lancar dan memberikan manfaat nyata bagi aktivitas sehari-hari.
Dengan beroperasinya kembali Jembatan Bubak, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin kuat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Gondang dan sekitarnya. (ivan)