Khofifah Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Jatim Diprediksi Diserbu 27,29 Juta Pemudik

parlemen | 22 Februari 2026 11:53

Khofifah Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Jatim Diprediksi Diserbu 27,29 Juta Pemudik
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA, PustakaJC.coKhofifah Indar Parawansa memastikan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Jawa Timur melalui koordinasi lintas sektor bersama pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan untuk menjamin arus mudik dan balik Idul Fitri berjalan aman, lancar, dan selamat.

 

“Kami ingin membangun sinergi semaksimal dan sedetail mungkin untuk penyelenggaraan angkutan lebaran baik darat, laut, udara, kereta api hingga tol semuanya bisa berjalan lancar, aman dan selamat sehingga membahagiakan semuanya,” kata Khofifah di Surabaya, dikutip dari antaranews.com, Mingggu, (22/2/202).

 

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 27,29 juta orang atau sekitar 17,3 persen dari total pergerakan nasional diperkirakan menuju Jawa Timur saat musim mudik Lebaran tahun ini. Selain itu, jumlah penumpang angkutan umum di provinsi ini diproyeksikan meningkat dari 7,3 juta menjadi 7,7 juta orang atau naik 5,19 persen dibanding tahun sebelumnya.

 

 

 

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemprov Jatim bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari pos pengamanan, pos terpadu, posko layanan, hingga penguatan rest area, kawasan wisata, dan titik rawan kemacetan.

 

Khofifah juga menegaskan pentingnya respons cepat dalam penanganan kecelakaan lalu lintas, termasuk kesiapan fasilitas kesehatan. Puskesmas yang beroperasi 24 jam dan terhubung dengan rumah sakit terdekat dinilai menjadi kunci untuk mencegah risiko fatal akibat keterlambatan penanganan.

 

Selain itu, kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkuat untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, mengingat musim hujan masih berlangsung di sejumlah wilayah.

 

Pada Lebaran 2026, Pemprov Jatim juga kembali membuka jalur tol Kraksaan–Gending untuk mendukung kelancaran arus mudik menuju wilayah timur. Guna mendukung kebutuhan bahan bakar, Pertamina diminta menyiapkan SPBU portabel di sepanjang jalur tersebut.

 

 

Di sektor penyeberangan, perhatian khusus diberikan pada Pelabuhan Ketapang yang akan ditutup sementara pada 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Selain itu, Pemprov Jatim juga mengusulkan penambahan sekitar tiga armada laut untuk melayani rute Jangkar menuju kepulauan di Sumenep guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

 

Program mudik gratis juga kembali disiapkan, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan, mencakup layanan keberangkatan dan arus balik.

 

Khofifah turut mengapresiasi optimalisasi operasional Bandara Dhoho yang kini melayani penerbangan Super Airjet tiga kali dalam sepekan, sehingga memperkuat konektivitas wilayah selatan Jawa Timur.

 

Secara keseluruhan, Pemprov Jatim menyiapkan 6.637 armada bus, 148 rangkaian kereta api, 302 pesawat udara, 55 kapal laut, dan 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip. Selain itu, sebanyak 8.991 personel dari Dinas Perhubungan, PT KAI, serta operator transportasi laut dan penyeberangan dikerahkan untuk memastikan kelancaran Angkutan Lebaran 2026. (ivan)