Khofifah Indar Parawansa Gelar Pasar Murah ke-23 di Singosari, Harga Beras hingga Minyak Turun Jauh di Bawah Pasaran

parlemen | 23 Februari 2026 15:52

Khofifah Indar Parawansa Gelar Pasar Murah ke-23 di Singosari, Harga Beras hingga Minyak Turun Jauh di Bawah Pasaran
Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan beras kepada lansia.

MALANG, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah sebagai langkah konkret mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Kali ini, pasar murah digelar di titik ke-23, tepatnya di Taman Pelangi, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu, (22/2/2026).

 

Program ini menjadi bagian dari intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang umumnya terjadi saat momentum hari besar keagamaan.

 

“Ramadhan menjelang lebaran ada kecenderungan peningkatan kebutuhan logistik di masing-masing keluarga. Harapan kita semua bisa membantu pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat,” ujar Khofifah usai meninjau lokasi.

 

 

 

Dalam pasar murah tersebut, berbagai komoditas strategis dijual dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan pasar tradisional. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp22.000 per kemasan.

 

Selain itu, tepung terigu dijual Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, dan daging ayam Rp30.000 per kemasan.

 

Khofifah menegaskan, selisih harga tersebut cukup signifikan dibandingkan pasar tradisional. Harga daging ayam yang biasanya mencapai Rp41.000 hingga Rp42.000 per kilogram, di pasar murah hanya Rp30.000. Begitu pula gula pasir yang di pasaran mencapai Rp17.000 per kilogram, di pasar murah dijual Rp14.000 per kilogram. Sementara MinyaKita dijual Rp13.000 per liter, jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi Rp16.800.

 

“Kita melihat dinamika harga di pasar tradisional, maka pasar murah ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, termasuk kebutuhan protein,” jelasnya.

 

 

 

Khofifah menambahkan, lokasi pasar murah sengaja ditempatkan dekat permukiman warga dan tidak berdekatan dengan pasar tradisional agar tidak mengganggu aktivitas pedagang. Program ini juga melengkapi upaya serupa yang telah dilakukan pemerintah kabupaten dan kota.

 

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan beras kepada lansia, membagikan telur kepada ibu yang membawa anak, serta memborong produk makanan, minuman, dan kerajinan pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal.

 

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Salah satu warga, Nanik, mengaku sangat terbantu dengan harga yang lebih murah.

 

“Beras di sini Rp55 ribu per kemasan, di pasar Rp60 ribu. Telur di pasar Rp30 ribu, di sini Rp22 ribu. Sangat menghemat,” ujar Gubernur Jatim ini.

 

Pasar murah ini diharapkan menjadi langkah efektif menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan. (ivan)