JAKARTA, PustakaJC.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kapasitas stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang berada di kisaran 20 hari bukanlah kondisi darurat, melainkan mencerminkan kemampuan daya tampung penyimpanan (storage) yang selama ini dimiliki Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil menjelang rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3), menanggapi isu yang berkembang bahwa cadangan BBM nasional hanya cukup untuk 20 hari akibat konflik di Timur Tengah.
“Memang sejak dahulu, kemampuan storage BBM kita di Republik Indonesia ini berada di kisaran 21 sampai 25 hari,” ujar Bahlil. Demikian dikutip dari antara jatim.antaranews.com, kamis, (5/3/2026).