Meski demikian, ia menyebut perhitungan kerugian negara akibat praktik tersebut masih dalam proses pendalaman.
Di sisi lain, Purbaya menilai kinerja penerimaan pajak pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Dalam periode Januari hingga Februari 2026, penerimaan pajak tumbuh sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara khusus, penerimaan pajak bersih pada Februari 2026 tercatat mencapai Rp245,1 triliun atau meningkat 30,4 persen secara tahunan. Lonjakan ini terutama didorong oleh kinerja Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang melonjak hingga 97,4 persen menjadi Rp85,9 triliun.