Berdasarkan proyeksi, sekitar 24,9 juta orang atau 17,3 persen dari total pemudik nasional diperkirakan akan masuk ke wilayah Jawa Timur. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, sementara arus balik pada 27 Maret 2026.
Selain fokus pada aspek keamanan, Pemprov Jatim juga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah akan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 16–24 Maret 2026 untuk mengendalikan intensitas hujan, setelah sebelumnya dilakukan pada Desember hingga Februari.
Koordinasi juga diperkuat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika guna meminimalkan risiko bencana di jalur mudik.