Mudik Lebaran 2026, Koordinasi Lintas Sektor Dipertegas

parlemen | 18 Maret 2026 04:36

Mudik Lebaran 2026, Koordinasi Lintas Sektor Dipertegas
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempertegas koordinasi lintas sektor untuk memastikan arus mudik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan nyaman di tengah lonjakan pemudik serta potensi cuaca ekstrem. (dok antara)

 

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

 

Menurutnya, berbagai langkah telah disiapkan melalui apel kesiapan hingga rapat koordinasi berlapis antar instansi. Upaya ini diharapkan mampu menjamin keselamatan serta kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik. Dilansir dari antaranews.com, Rabu, (18/3/2026).

 

“Semoga semuanya lancar, aman, selamat, dan masyarakat bisa berbahagia bersama keluarga,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (17/3).

 

 

Berdasarkan proyeksi, sekitar 24,9 juta orang atau 17,3 persen dari total pemudik nasional diperkirakan akan masuk ke wilayah Jawa Timur. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, sementara arus balik pada 27 Maret 2026.

 

Selain fokus pada aspek keamanan, Pemprov Jatim juga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

 

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah akan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 16–24 Maret 2026 untuk mengendalikan intensitas hujan, setelah sebelumnya dilakukan pada Desember hingga Februari.

 

Koordinasi juga diperkuat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika guna meminimalkan risiko bencana di jalur mudik.

 

 

 

Di sisi pelayanan, Pemprov Jatim menyediakan program mudik gratis bagi 9.320 orang menggunakan bus dan kapal laut, termasuk fasilitas pengangkutan 200 unit sepeda motor.

 

Selain itu, konektivitas antar organisasi perangkat daerah (OPD) hingga rumah sakit milik Pemprov Jatim juga diminta tetap terjaga agar respons cepat dapat dilakukan dalam situasi darurat.

 

Di tengah penerapan skema Work From Anywhere (WFA) dengan maksimal 50 persen pegawai, pelayanan publik dipastikan tetap berjalan optimal selama periode mudik.

 

Dengan lonjakan pemudik yang signifikan dan potensi cuaca ekstrem, koordinasi lintas sektor menjadi faktor krusial agar pelaksanaan mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur tetap aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat. (ivan)