Jatim Optimistis Investasi Tembus Rp147 Triliun Meski Geopolitik Global Memanas

parlemen | 19 Maret 2026 04:39

Jatim Optimistis Investasi Tembus Rp147 Triliun Meski Geopolitik Global Memanas
Dyah Wahyu Ermawati Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim saat memaparkan kondisi investasi Jatim 2025-2026, (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap optimistis target investasi tahun 2026 sebesar Rp147,7 triliun dapat tercapai meskipun kondisi geopolitik global, khususnya di Timur Tengah, tengah memanas. 

 

 

“Target investasi tahun ini Rp147,7 triliun. Harapannya bisa minimal tercapai, bahkan melampaui angka tersebut,” ujarnya, Demikian dikutip dari www.suarasurabaya.net, kamis, (19/3/2026). 

 

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, menyampaikan bahwa ketidakpastian global memang menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi iklim investasi di daerah.

 

 

Menurutnya, gejolak konflik global dapat berdampak pada psikologis investor, terutama bagi penanaman modal asing (PMA) dengan nilai besar. Namun hingga saat ini, realisasi investasi di Jawa Timur belum menunjukkan dampak signifikan.

 

 

Hal itu karena sebagian besar investasi yang berjalan pada tahun 2026 merupakan kelanjutan dari komitmen investor yang sudah masuk sejak tahun sebelumnya.

 

 

“Banyak investor yang sudah masuk sejak 2025, bahkan ada yang menambah investasinya,” jelasnya.

 

 

Meski demikian, Erma mengakui masih ada sejumlah investor besar yang belum mengambil keputusan untuk berinvestasi tahun ini. Mereka cenderung bersikap wait and see sambil mencermati perkembangan situasi global.

 

 

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Jatim kini fokus memperkuat investasi skala kecil dan menengah guna menjaga stabilitas pertumbuhan investasi. 

 

 

“Kami terus menjaga kepercayaan investor dengan memberikan pelayanan terbaik dan menyelesaikan berbagai kendala yang ada,” tambahnya.

 

 

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus berupaya mempertahankan iklim investasi yang kondusif agar investor yang sudah ada tetap bertahan sekaligus menarik minat investor baru.

 

 

Adapun sektor-sektor unggulan yang masih menjadi andalan investasi di Jawa Timur meliputi industri smelter, makanan, kimia, aluminium, serta berbagai industri logam lainnya.

 

 

“Iklim investasi yang baik ini menjadi daya tarik kuat bagi investor untuk tetap bertahan dan mengundang investor baru masuk ke Jawa Timur,” pungkasnya. (frcn)