Ribuan Warga Padati Grahadi di Hari Lebaran Khofifah Tekankan Kedekatan Pemimpin dan Rakyat

parlemen | 22 Maret 2026 08:38

Ribuan Warga Padati Grahadi di Hari Lebaran Khofifah Tekankan Kedekatan Pemimpin dan Rakyat
Gubernur Khofifah yang didampingi putranya Jalaluddin Mannagalli.

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Ribuan warga memadati Gedung Negara Grahadi pada hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah. Tradisi riyayan bersama Khofifah Indar Parawansa menjadi magnet kuat, menghadirkan suasana hangat tanpa sekat antara pemimpin dan masyarakat, Sabtu, (21/3/2026).

 

Sejak pagi, antrean panjang warga dari berbagai daerah terlihat memenuhi halaman Grahadi. Mereka datang untuk bersilaturahmi, bersalaman, serta menyampaikan ucapan Idul Fitri secara langsung kepada Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil Dardak. 

 

Didampingi putranya, Jalaluddin Mannagalli, Khofifah tampak menyapa warga satu per satu. Turut hadir pula Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin bersama keluarga.

 

“Alhamdulillah kita telah sampai di Idul Fitri, hari kemenangan, hari kembali ke fitrah. Karena ini seperti lembaran baru, saya ingin maaf-maafan langsung dengan masyarakat agar ke depan bisa lebih legowo sebelum kembali menjalankan tugas. Sekaligus ini ajang mendekatkan warga dengan pemimpinnya,” ujar Khofifah.

 

 

Menurutnya, tradisi riyayan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

 

Tak hanya bersalaman, masyarakat juga disuguhi beragam hidangan gratis dari pedagang kaki lima di sekitar Grahadi. Menu seperti soto ayam, soto daging, nasi goreng, hingga bakso disajikan untuk dinikmati bersama.

 

Khofifah menegaskan, pelibatan pedagang kaki lima ini merupakan bagian dari upaya memberdayakan ekonomi masyarakat, sekaligus menghadirkan kebahagiaan lebaran yang lebih merata.

 

“Yang datang ke sini dari berbagai latar belakang. Ini bagian dari usaha kami memberseiringi lebaran mereka. Harapannya mereka tetap bisa menikmati kebahagiaan setelah membawa bekal dari sini,”jelasnya.

 

 

Ia juga menyinggung pentingnya menjaga solidaritas di tengah situasi global yang tidak menentu. Menurutnya, kebersamaan sederhana seperti riyayan dapat menjadi penguat sosial di tengah dampak geopolitik dunia.

 

“Kita berharap peperangan bisa dihentikan, karena dampaknya bukan hanya pada BBM tetapi juga efek domino lainnya. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah hal-hal kecil kekeluargaan untuk meredam dampaknya,” tambahnya.

 

Sebagai bentuk kepedulian, setiap warga yang hadir juga mendapatkan paket sembako berisi dua kilogram beras, biskuit gabin, serta tiga mi instan.

 

Antusiasme warga pun tinggi. Salah satu pengunjung, Siti Aminah, warga Surabaya, mengaku rutin datang setiap tahun.

 

“Alhamdulillah, acara ini sangat membantu sekali. Saya sangat berterima kasih kepada Bu Gubernur,” ujarnya.

 

 

Hal senada disampaikan Ahmad Fajar, pengemudi ojek online yang datang bersama dua anaknya. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti acara riyayan dan merasa senang bisa hadir langsung.

 

“Senang sekali, Alhamdulillah bisa bertemu Bu Gubernur. Saya dapat sembako untuk kebutuhan rumah tangga, anak-anak juga diberi THR. Semoga Bu Gubernur sehat selalu,” katanya.

 

Melalui kegiatan ini, Khofifah berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong terus terjaga di tengah masyarakat Jawa Timur.

 

“Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (ivan)