Stok Beras Tembus Rekor 4,4 Juta Ton, Dirut Bulog Sidak Harga di Pasar Wonokromo

parlemen | 04 April 2026 13:50

Stok Beras Tembus Rekor 4,4 Juta Ton, Dirut Bulog Sidak Harga di Pasar Wonokromo
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Wonokromo. (dok kominfojatim)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Stok beras nasional mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 4,4 juta ton. Di tengah capaian tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Wonokromo, Sabtu, (4/4/2026).

 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga di tengah tekanan dinamika ekonomi dan geopolitik global. Dalam sidak tersebut, Ahmad Rizal didampingi jajaran Bulog wilayah Jawa Timur serta melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur TNI dari Kodam V/Brawijaya dan dinas terkait. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (4/4/2026).

 

“Monitoring ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar tidak terjadi kenaikan harga pangan. Kami ingin memastikan langsung di lapangan bahwa kondisi tetap stabil,” ujar Ahmad Rizal.

 

Hasil pantauan menunjukkan sejumlah komoditas utama relatif stabil, bahkan cenderung turun. Beras program SPHP masih terkendali, sementara minyak goreng Minyak Kita dijual sekitar Rp15.700 per liter. Harga telur ayam turun menjadi Rp29.000 per kilogram, dan ayam ras dari Rp34.000 menjadi sekitar Rp31.000 per kilogram.

 

 

 

Namun, kenaikan justru terjadi pada komoditas daging sapi. Bulog pun bergerak cepat menelusuri penyebabnya hingga ke Rumah Potong Hewan (RPH).

 

“Kami akan cek langsung ke RPH untuk mengetahui kendala yang terjadi, sehingga bisa segera diantisipasi,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Ahmad Rizal memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman. Bahkan, stok beras Bulog saat ini melampaui capaian tertinggi sebelumnya yang berada di angka 4,2 juta ton.

 

“Ini capaian yang membanggakan. Kami prediksi bisa mencapai 5 juta ton pada akhir April atau awal Mei,” ungkapnya.

 

 

 

Selain menjaga stabilitas harga, Bulog juga tengah menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 3,3 juta penerima manfaat. Bantuan tersebut berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per keluarga.

 

Terkait distribusi Minyak Kita, Bulog mengakui adanya keterbatasan pasokan akibat pembagian kuota Domestic Market Obligation (DMO) ke seluruh provinsi. Untuk itu, penambahan kuota telah diajukan guna memperkuat distribusi di daerah.

 

Tak hanya harga dan stok, Bulog juga memastikan keamanan pangan. Hasil uji sampel sementara menunjukkan komoditas seperti tomat, cabai rawit, sawi, dan wortel negatif dari kandungan pestisida berbahaya maupun formalin. Sementara pengujian pada daging dan ayam masih berlangsung.

 

“Selain harga, kami juga memastikan kualitas pangan aman dikonsumsi. Sejauh ini seluruhnya negatif dari zat berbahaya,” pungkasnya. (ivan)