Sebelumnya, sempat terjadi laporan kesulitan LPG 3 kg di Banyuwangi. Namun, kondisi tersebut dipastikan bukan karena kelangkaan stok, melainkan kendala distribusi yang kini telah tertangani.
Pemprov Jatim bersama Pertamina pun menyalurkan tambahan 103.600 tabung selama Maret 2026 atau sekitar 163 persen dari distribusi normal. Bahkan, jika ditambah penyaluran fakultatif, totalnya mencapai 110.320 tabung atau setara 173,8 persen dari rata-rata.
Langkah serupa juga dilakukan di Bojonegoro, dengan penambahan suplai dan prioritas distribusi ke pangkalan yang stoknya menipis. Saat ini, distribusi LPG di wilayah tersebut dilaporkan telah kembali normal.
Khofifah juga mengingatkan masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak akurat.
“Bagi masyarakat yang mampu, kami dorong menggunakan LPG nonsubsidi agar subsidi benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (ivan)