Khofifah Ajak Warga Bijak Gunakan LPG dan BBM, Cegah Panic Buying

parlemen | 07 April 2026 13:48

Khofifah Ajak Warga Bijak Gunakan LPG dan BBM, Cegah Panic Buying
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan keterangan kepada awak media di Surabaya, mengimbau masyarakat bijak menggunakan LPG dan BBM serta tidak melakukan pembelian berlebihan guna menjaga stabilitas pasokan energi. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co — Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan Liquified Petroleum Gas (LPG) dan bahan bakar minyak (BBM), serta tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi di daerah.

 

“Stok LPG di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai panic buying. Gunakan energi sesuai kebutuhan,” ujar Khofifah, Selasa, (7/4/2026).

 

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan distribusi energi berjalan lancar, tepat sasaran, dan bebas dari praktik spekulasi. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (7/4/2026).

 

Menurutnya, stabilitas pasokan LPG dan BBM menjadi prioritas utama, terutama untuk mendukung aktivitas rumah tangga, pelaku UMKM, petani, hingga nelayan sebagai pengguna utama energi subsidi.

 

 

 

Pengawasan distribusi pun diperketat untuk mencegah penimbunan dan permainan harga oleh pihak tidak bertanggung jawab. Pemprov Jatim juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, Hiswana Migas Jatimbalinus, PT Pertamina Patra Niaga, hingga aparat TNI/Polri melalui satgas pangan.

 

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim telah menerbitkan Keputusan Gubernur tentang Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian LPG 3 kilogram tahun 2025. Tim ini bertugas melakukan sosialisasi, pengawasan, hingga evaluasi agar distribusi LPG subsidi tepat sasaran.

 

Selain itu, penggunaan LPG subsidi oleh sektor usaha seperti hotel, restoran, hingga industri kecil juga menjadi perhatian. Pemprov mendorong pelaku usaha beralih ke LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg hingga 50 kg.

 

“LPG 3 kilogram ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, harus kita jaga bersama agar tidak disalahgunakan,” tegasnya.

 

 

Sebelumnya, sempat terjadi laporan kesulitan LPG 3 kg di Banyuwangi. Namun, kondisi tersebut dipastikan bukan karena kelangkaan stok, melainkan kendala distribusi yang kini telah tertangani.

 

Pemprov Jatim bersama Pertamina pun menyalurkan tambahan 103.600 tabung selama Maret 2026 atau sekitar 163 persen dari distribusi normal. Bahkan, jika ditambah penyaluran fakultatif, totalnya mencapai 110.320 tabung atau setara 173,8 persen dari rata-rata.

 

Langkah serupa juga dilakukan di Bojonegoro, dengan penambahan suplai dan prioritas distribusi ke pangkalan yang stoknya menipis. Saat ini, distribusi LPG di wilayah tersebut dilaporkan telah kembali normal.

 

Khofifah juga mengingatkan masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak akurat.

 

“Bagi masyarakat yang mampu, kami dorong menggunakan LPG nonsubsidi agar subsidi benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (ivan)