Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan yang berpotensi memicu karhutla sekaligus menekan produktivitas sektor pertanian.
Untuk itu, Pemprov Jatim menyiapkan strategi terpadu dengan melibatkan berbagai instansi, mulai dari BPBD, Dinas Kehutanan, hingga Dinas Pertanian dan DLH.
Langkah yang dilakukan antara lain penguatan sistem peringatan dini (EWS), respons cepat darat dan udara, rehabilitasi lahan, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.
Sementara itu, mitigasi kekeringan difokuskan pada penguatan manajemen air melalui waduk dan embung, pembangunan sumur bor, distribusi air bersih, hingga pompanisasi untuk menjaga produktivitas pertanian.