SURABAYA, PustakaJC.co – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak KerukunanKeluarga Kalimantan Jawa Timur (K3 Jatim) untukmemperkuat persatuan dan ketahanan sosial di tengahdinamika global yang semakin kompleks.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus K3 Jatim Periode2025–2026 di Gedung Islamic Center Surabaya, Sabtu (11/4).
Menurut Emil, di tengah berbagai tekanan global sepertikonflik geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia, penguatan ketahanan sosial menjadi kunci pentingdalam menjaga stabilitas daerah.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatanekonomi. Yang tidak kalah penting adalah memperkuatketahanan sosial melalui persatuan, solidaritas, dan gotong royong,” ujarnya.
Emil menegaskan, Jawa Timur merupakan rumah besarbagi seluruh elemen bangsa. Keberagaman yang ada, termasuk masyarakat asal Kalimantan, menjadi bagianpenting dalam dinamika pembangunan di berbagaisektor.
“Saudara-saudara kita dari Kalimantan telahmemberikan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial, ekonomi, budaya, pendidikan hingga dunia usaha di Jawa Timur,” katanya.
Dari sisi ekonomi, Emil memaparkan bahwa kinerjaJawa Timur menunjukkan capaian positif. Berdasarkandata Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Jawa Timur pada Triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 5,85 persen (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 5,39 persen.
Sementara itu, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Jawa Timur tahun 2025 tercatat mencapai Rp3.403,17 triliun. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagaipenyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dan berkontribusi signifikan terhadapperekonomian nasional.
Namun demikian, Emil mengingatkan bahwa capaiantersebut tetap harus diantisipasi dengan kewaspadaanmengingat kondisi global yang tidak menentu dan berdampak pada berbagai sektor, mulai dari energi, pangan, perdagangan hingga pariwisata.
Selain itu, ia juga menyinggung kebijakan penyesuaiandan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintahpusat, yang turut berdampak pada daerah. Hal ini, menurutnya, menuntut pemerintah daerah dan masyarakat untuk semakin adaptif dan tangguh.
Dalam konteks tersebut, Emil menilai K3 Jatim memilikiperan strategis sebagai perekat sosial sekaligus mitrapemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomiberbasis komunitas.
“K3 Jatim tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapijuga memiliki peran penting dalam menjaga harmonisosial serta memperkuat stabilitas di tengahmasyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong K3 Jatim untuk turut aktif dalammemperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga persatuan, serta membangun narasi yang inklusif dan moderat di tengah derasnya arus informasi global.
Lebih lanjut, Emil mengajak seluruh pengurus yang barudilantik untuk menjadikan amanah tersebut sebagaimomentum pengabdian dan kontribusi nyata bagimasyarakat.
“Saya berharap pengurus K3 Jatim dapat menjalankantugas dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas, serta mampu memberikan manfaat yang luasbagi masyarakat,” ujar Emil.
Mengakhiri sambutannya, Emil mengajak seluruhelemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasidan kebersamaan dalam menghadapi berbagaitantangan ke depan.
“Dengan persatuan yang kuat dan ketahanan sosialyang kokoh, kita optimistis mampu menjaga stabilitasdan mendorong Jawa Timur tetap tumbuh serta berdayasaing,” pungkasnya. (ivan)