Arumi Bachsin Dorong Kartini Muda Jatim Kembangkan Fashion dan Kriya Berbasis Desain Berkelanjutan

parlemen | 25 April 2026 17:32

Arumi Bachsin Dorong Kartini Muda Jatim Kembangkan Fashion dan Kriya Berbasis Desain Berkelanjutan
Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin dalam acara “Inaugurasi 10 Kartini Muda Penggiat Kriya dan Fashion Jawa Timur 2026. (dok radarsurabaya)
SURABAYA, PustakaJC.co – Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin, mengajak para Kartini muda di sektor fashion dan kriya untuk terus berinovasi dengan mengedepankan konsep sustainable design atau desain berkelanjutan, Sabtu (25/4/2026).
 
“Dekranasda berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pebisnis perempuan untuk terus berinovasi agar mampu bersaing secara global,” ujar Arumi. Demikian dikutip dari surabaya.jawapos.com, Sabtu (25/4/2026).
 
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka sekaligus menjadi panelis dalam acara “Inaugurasi 10 Kartini Muda Penggiat Kriya dan Fashion Jawa Timur 2026” yang dirangkaikan dengan talkshow bertema keberlanjutan di Surabaya.
 
 
Menurut Arumi, kegiatan ini tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah untuk membangun koneksi dan memperluas jaringan bisnis bagi pelaku industri kreatif perempuan.
 
Ia menambahkan, para finalis yang terpilih telah melalui proses seleksi panjang dari puluhan peserta terbaik di Jawa Timur. Produk yang ditampilkan pun dinilai tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung unsur pemberdayaan masyarakat lokal serta kepedulian terhadap lingkungan.
 
Berbagai karya inovatif ditampilkan dalam acara tersebut, mulai dari produk berbahan daur ulang, serat alam, hingga wastra batik dengan sentuhan modern.
 
 
Arumi juga menekankan pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri kreatif sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan.
 
“Sustainability adalah investasi masa depan. Jika kita tidak menjaganya sekarang, budaya dan kekayaan alam kita bisa tergerus,” tegasnya.
 
Sebagai bentuk dukungan konkret, para pemenang akan dilibatkan dalam pameran bergengsi “Batik & Bordir Affairs” guna memperluas pasar dan meningkatkan eksposur produk mereka.
 
 
Melalui langkah ini, Dekranasda Jawa Timur berharap pelaku UMKM, khususnya perempuan, mampu berkembang tanpa meninggalkan nilai budaya sekaligus tetap ramah lingkungan. (frchn)