Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan potensi bencana di lingkungan masing-masing.
Data menunjukkan, tren Indeks Risiko Bencana (IRB) Jawa Timur sempat menurun dari 117,26 pada 2021 menjadi 95,75 pada 2024, sebelum kembali naik menjadi 108,36 pada 2025 akibat perubahan variabel bahaya dan kerentanan.
“Meski ada penyesuaian indikator, secara umum upaya kita tetap mengarah pada penurunan risiko bencana,” ujarnya.