Intervensi Pos Gizi DASHAT (PGD) juga menunjukkan partisipasi tinggi, yakni 98,4 persen di Malang dan 100 persen di Ngawi. Pendampingan intensif oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjangkau 2.745 ibu hamil serta ibu atau pengasuh baduta.
Hasilnya, tingkat pengetahuan peserta mencapai 97–98 persen, khususnya terkait ASI eksklusif, MP-ASI, dan penanganan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Bahkan, sekitar 80 persen ibu hamil KEK yang mengikuti program mengalami peningkatan berat badan.
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Sukamto, mengapresiasi kolaborasi yang telah berjalan sejak 2023. Program ini awalnya menyasar lima wilayah, kemudian difokuskan menjadi tiga daerah—Lamongan, Ngawi, dan Malang—hingga akhirnya tersisa dua wilayah pada 2025.
“Alhamdulillah, angka stunting turun drastis. Penurunannya sangat baik dan signifikan,” ungkapnya.