Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting di Jawa Timur tercatat sebesar 14,7 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional yang mencapai 19,8 persen.
Namun, Sukamto mengingatkan bahwa keberhasilan tidak semata diukur dari penurunan stunting. Ia mencontohkan Kabupaten Ngawi yang tetap mendapatkan kebijakan fiskal meski angka stunting tidak turun, karena indikator pembangunan lainnya terpenuhi.
“Ini menunjukkan bahwa banyak aspek pendukung lain yang harus dipenuhi, tidak hanya satu indikator,” tegasnya.